Magang Terbaik, Mahasiswa UMK Kembali Direkrut PT KAI

oleh -831 kali dibaca
Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – Tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) kembali lolos program mahasiswa magang bersertifikat (PMMB) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kereta Api Indonesia (KAI), bahkan sebelumnya pernag peringkat pertama nilai uji kompetensi. Magang ini berbeda dengan program magang lainnya, mahasiswa nantinya akan mendapatkan sertifikat industri dan mendapatkan uang saku Rp 1.540.000 setiap bulannya.

Rektor UMK Prof. Dr. ir. Darsono, M.Si mengatakan, program magang ini merupakan program yang sangat bagus, cocok dengan merdeka belajar yang sudah dimulai saat ini. Karena kegiatan magang ini akan menambah pengalaman mahasiswa yang mungkin tidak didapat di kampus.
“PMMB merupakan kepedulian PT KAI dalam semangat kebangsaan untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan praktek lapangan,” katanya saat sambutan mewakili 16 perguruan tinggi dalam pembukaan batch I PMMB di PT KAI Senin (5/4/2021).

Mahasiswa yang mengikuti program ini tentu akan mendapatkan pengalaman lebih, sehingga mahasiswa memiliki tambahan keterampilan atau soft skill. Karena pengalaman lapangan atau di luar kampus bisa melengkapi pembelajaran yang ada di kampus.

Saat ini, kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) mulai diterapkan. PMMB sebenarnya bisa menjadi modal bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan ‘merdeka belajar’ sebagai arus utama pendidikan. Semua perguruan tinggi juga sudah mulai melaksanakan dan terus mematangkan kurikulum MBKM.

Dia menambahkan, UMK sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi yang mengikuti PMMB, termasuk di PT KAI sejak 2019 lalu. Bahkan pada batch I 2020, mahasiswa paling banyak yang ikut PMMB di PT adalah UMK, ada 12 mahasiswa saat itu. “Bahkan ada yang mendapatkan nilai uji kompetensi terbaik,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada PT KAI. Dirinya me4ngajak kepada seluruh rektor dan peserta PMMB untuk bersama-sama melakukan perbaikan dan berseangat dalam mendukung PMMB kedepannya.

Sementara itu, Kapusdiklat PT KAI Handy Purnama mengatakan, tantangan menarik bagi peserta PMMB adalah menjual gagasan, baik ke staf, atasan dan stakeholder PT KAI. Karena saat ini memang butuh banyak inovasi dalam menjalankan sebuah usaha atau bisnis.

Selain itu, peserta PMMB juga harus belajar banyak tentang komunikasi dan organisasi di PT KAI. Komunikasi dan organisasi akan mengasah pengalaman peserta yang mungkin tidak didapatkan di kampus. “Silahkan gunakan PMMB ini seoptimal mungkin,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk peserta PMMB di PT KAI, diminta menjadikan PMMB sebagai bekal ke dunia kerja usai lulus nanti. Karena dari magang selama enam bulan ini, mereka akan mendapatkan banyak hal tentang bagaimana sebuah bisnis dijalankan. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :