Mahasiswa KKN UMKU 2025/2026, Fokus Pemberdayaan Ekowirausahaan Digital dan Literasi Kesehatan

oleh -295 Dilihat
Pelepasan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ajaran 2025/2026. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) resmi menerjunkan ratusan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ajaran 2025/2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini akan berlangsung selama kurang lebih tiga pekan, mulai 16 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Pembukaan KKN UMKU diwujudkan melalui kegiatan Serah Terima Kuliah Kerja Nyata yang mengusung tema

“Pemberdayaan Ekowirausahaan Digital dan Literasi Kesehatan untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera”. Acara tersebut digelar di Crystal Building Kampus 1 UMKU, Selasa (16/12/2025) pagi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kudus, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus.

Selain itu, turut hadir para camat, jajaran Polsek dan Koramil, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dosen, tamu undangan, serta seluruh mahasiswa UMKU peserta KKN.

Pembukaan sekaligus penerjunan mahasiswa KKN UMKU tahun ajaran 2025/2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes., yang didampingi sejumlah pejabat terkait.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga menerima rompi berwarna coklat muda dan topi hitam sebagai simbol resmi peserta KKN UMKU.

Dalam sambutannya, Rektor UMKU menyampaikan bahwa total terdapat 555 mahasiswa dari 19 program studi, yang akan menjalani KKN dengan pendampingan 64 dosen pembimbing lapangan.

“Mahasiswa KKN UMKU tahun ini akan diterjunkan di 32 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bae, Dawe, Gebog, dan Kaliwungu,” jelas Dr. Edy Soesanto.

Rektor berpesan agar seluruh mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Aplikasikan apa yang didapatkan selama kuliah, terutama dalam hal Catur Dharma Perguruan Tinggi. Kembangkan keilmuan dan keprofesionalitas yang diperoleh di kampus agar bisa diimplementasikan di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan analisis mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan dan potensi desa.

Menurutnya, hasil penelitian dosen bersama mahasiswa diharapkan dapat diaplikasikan secara langsung untuk mendukung pembangunan desa.

“Mahasiswa harus mampu melihat potensi desa. Misalnya di bidang peternakan, bagaimana mendorong kualitas hasil ternak agar lebih bernilai. Semua itu membutuhkan sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat,” lanjutnya.

Selain menjalankan program kerja, Rektor UMKU juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menjaga sikap dan menaati aturan selama berada di lokasi KKN.

Program kerja yang disusun mahasiswa pun harus selaras dengan program desa agar tercipta sinkronisasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa dan desa harus bekerja bersama, aktif bersosialisasi, mengidentifikasi permasalahan, dan melaksanakan program kerja dengan maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, kehadiran mahasiswa UMKU melalui program KKN mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Melalui Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Kesbangpol Kudus, pemerintah berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kembangkan ilmu saudara dengan kreatif dan inovatif. Berikan kontribusi positif dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia demi kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus,” pesannya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :