Mahasiswa KKN UNS Turut Penuhi Pendidikan Anak Bangsa Ditengah Pandemi

oleh -474 kali dibaca
Mahasiswa Kkn Uns Turut Andil Pendidikan Anak Ditengah Pandemi dan Banjir. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Persebaran COVID-19 yang sudah hampir satu tahun sejak pertengahan bulan Maret 2020 telah menjadi pandemi global. Kejadian ini mengakibatkan seluruh sektor pun ikut terdampak. Salah satunya pada sektor pendidikan yang harus mengubah terkait tata kelola manajemen untuk menghadapi pandemi tersebut.

Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan satu diantara seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang telah memprogramkan seluruh kegiatan kampus dilakukan secara daring dan luring termasuk program pengabdian mahasiswa yang dikenal Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pada periode kali ini (Januari-Februari 2021) program KKN UNS berjenis KKN tematik integratif yang dilakukan secara kelompok dan individu dan diampu oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bentuk pengaplikasian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk ikut hadir ditengah masyarakat membantu menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi.

Kelompok KKN UNS 21 yang beranggotakan 10 mahasiswa dengan lokasi pelaksanaan program kerja kelompok di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ini memprogramkan kegiatan pengembangan pendidikan anak dengan model pembelajaran berdasarkan konsep permainan tradisional.

Dapat dilihat, dampak dari persebaran COVID-19 yang semakin meningkat ini membuat siswa sekolah dasarmengeluh akibat minimnya interaksi antara siswa dengan guru akibat penerapan sistem pembelajaran daring. Siswa hanya diberikan tugas via aplikasi whatsapp sehingga siswa merasa beban tugas menjadi lebih tinggi, sementara orang tua mengeluhkan selain akses kuota internet juga terbatasnya pengetahuan orang tua terhadap mata pelajaran siswa.

Apalagi ditengah musim penghujan ini, beberapa daerah di seluruh Indonesia sedang dilanda banjir diantaranya dukuh Goleng, desa Pasuruhan lor, Jati, Kudus yang berakibat tanggul sungai jebol sehingga pendidikan anak mulai teralihkan.

Kejadian ini membuat kelompok 21 KKN UNS bergerak untuk ikut berperan membantu meningkatkan pendidikan anak sekolah dasar. Program ini berpusat di TPQ Nurul Falah dengan mengajak siswa sekolah dasar untuk mengikuti belajar-mengajar secara aktif dan efektif yang bersistem satu mahasiswa mengampu 2-3 siswa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang digalakkan oleh pemerintah.

Pelaksanaan program dilakukan 4 kali pertemuan dalam seminggu dengan rincian 2 hari belajar mata pelajaran sekolah dasar dan lainnya belajar baca tulis Al-Qur’an.

Adapun yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk menguji peningkatan pengetahuan anak yaitu menggunakan media berdasarkan konsep permainan tradisional yaitu permainan papan ular tangga. Siswa dituntut untuk menjawab pertanyaan seputar mata pelajarannya sesuai tempat berhentinya angka di papan ular tangga. Hal ini dapat melatih kecermatan pada anak, proses berfikir kritis, dan analytical thinking. Media pembelajaran lainnya yaitu dengan menggunakan konsep permainan kursik (Kursi Musik) yang dapat melatih kefokusan dan ketangkasan anak.

Dengan demikian, kelompok 21 KKN UNS dapat mengetahui perkembangan pengetahuan anak sekolah dasar. Proses inilah yang perlu digalakkan untuk meningkatkan pendidikan karakter agar terbentuk generasi muda yang cerdas dan hebat. Hal tersebut selaras dengan pendapat Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang mengatakan anak-anak mesti dibekali kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi untuk menghadapi era yang dinamis.

Kemampuan berpikir kritis dan analytical thinking pada anak perlu ditumbuhkan. “Oleh karena itu, kita harus membekali anak-anak kita dengan kemampuan beradaptasi yang mumpuni. Kita memberikan karakter, pengetahuan, dan ketrampilan yang paling dibutuhkan di era sekarang dan masa depan,” kata Nadiem Makarim dalam pidato Anugrah Bunda PAUD.

Salah satu guru di TPQ desa Pasuruhan Lor, Sriyati mengatakan sangat berterima kasih dengan adanya program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini, karena sudah ikut berperan dalam meningkatkan pendidikan siswa sekolah dasar di dukuh Goleng.

Antusias anak sekolah dasar untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Kelompok 21 KKN UNS juga tergolong cukup baik. Mereka menjadi lebih semangat dan tertantang untuk terus meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :