Mahasiswa PPL IAIN Kudus Edukasi Seks di Kalangan Remaja

oleh -883 kali dibaca
Mahasiswa program studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus sedang mengedukasi terkait sex education.

Kudus, isknews.com – Mahasiswa program studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus sedang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan di KUA Dawe. Pada Rabu (25/8/2021), mereka memberikan penyuluhan dan edukasi terhadap para siswa yang masih remaja di aula serbaguna MA NU Raden Umar Said.

“Sekolah tersebut dipilih menjadi obyek penyuluhan dengan alasan selain lokasinya yang berada di ujung gunung Muria, tempat itu dipilih lantaran sebelum ada madrasah tersebut banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah dan menikah di bawah umur,” kata salah satu Mahasiswa PPL IAIN Kudus di KUA Dawe, Kana Taqiyya.

Adapun topik yang diangkat adalah “Ngobras Student Milenial” . Kana menyebut, beralasan jika data di lapangan yang ditemukan mahasiswa PPL di KUA Dawe menunjukkan adanya peningkatan  pernikahan pada usia dini di kecamatan Dawe.

“Hal itulah yang mendasari Mahasiswa PPL Prodi Bimbingan Konseling Islam bersama dengan KUA Kecamatan Dawe merasa perlu memberikan pengetahuan mengenai seks dan pubertas kepada siswa dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya kegiatan ini dipandu oleh dua Mahasiswa IAIN Kudus Prodi BKI yaitu Rida Afrianingsih dan  Mutiara Putri Kinasih dan diikuti oleh 15 siswa.  Agar lebih menarik, materi NGOBRAS diberikan dalam bentuk permainan, menonton film dan video, tanya jawab dan berbagi informasi yang tidak monoton.

Kegiatan  ini merupakan antisipasi dari rasa ingin tahu para siswa sehingga bisa diarahkan menjadi lebih positif dan bertanggung jawab serta membantu meningkatkan kesadaran Siswa agar lebih peka dengan tumbuh kembangnya, mampu menjaga kebersihan, mampu menjaga diri dalam pergaulan sosial dan berani memberikan penilaian terhadap perilaku negatif yang tidak menguntungkan .

Secara psikologis, masa remaja adalah usia di mana  individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkat yang sama. Sekurang-kurangnya dalam hal integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek afektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber, termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok.

Transformasi intlektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini. Maka  pada masa pubertas perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai perkembangan diri, baik secara fisik, emosi,dan sosial agar bisa menjaga diri dan menghadapi masa-masa tersebut dengan lebih positif.

Biasanya mereka belajar mengenai tumbuh kembang manusia dan sistem reproduksi hanya pada pelajaran Biologi saja sehingga ketika mengalami masa puber, mereka terkadang merasa malu untuk bertanya dan sering mencari informasi dari sumber yang kurang bertanggungjawab atau belum tentu benar.

Sementara itu, Ali Shodikin, Pembina pramuka madrasah tersebut merasa senang atas kehadiran mahasiwa IAIN di lembaganya. Menurutnya para siswa perlu mendapatkan sentuhan dan metode yang berbeda dalam pemahaman tentang seks dan pubertas.

Dosen pembimbing lapangan, Moh Anwar Yasfin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program dari mahasiswanya. Diharapkan pengalaman lapangan dapat menambah wawasan dan memupuk rasa percaya diri mahasiswanya. “Saatnya teman-teman mahasiswa mengeluarkan kemampuannya, dan dinilai langsung oleh masyarakat,” terangnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :