Mahasiswa Universitas Sebelas Maret KKN Di Daerah Sendiri

oleh

Kudus,ISKNEWS.COM – Pelaksanaan KKN UNS pada periode Juli – Agustus tahun 2020 mengalami perubahan menyesuaikan kondisi pandemi. KKN dilakukan secara individu di wilayah tempat tinggal mahasiswa.

Arahan kegiatan tersebut dari Dosen Pebimbing lapangan yaitu Dr.Eng. Kusumaningdyah Rully, M.T secara daring agar program KKN dapat terlaksana dengan baik.

Peserta KKN yang mengangkat tema Covid-19 bernama Fadhkur Nuur Muchlis (21) melaksanakan program kerja di desa Pasuruhan Kidul kecamatan Jati kabupaten Kudus.

Dirinya menyebut,” Program kerja yang diusung mengangkat tema tentang supporting pemahaman masyarakat tanggap wabah COVID-19.”

Ditambahkannya,” Perencanaan program kerja didasari oleh keadaan masyarakat yang kurang peduli terhadap situasi yang tengah terjadi di berbagai belahan negara ini.”

TRENDING :  Kelompok Bahan Makanan Sumbang Inflasi 0,24 Persen Kudus November 2019

Peserta KKN di lokasi berbeda, Firda Rosita (21) melaksanakan program kerja di desa Klumpit RT 1/5 Gebog Kudus.Dirinya mengambil pilihan program kerja berupa pendidikan yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai covid-19 dan pencegahannya.

” Program kerja yang direncanakan oleh Fadhkur mencakup bagaimana masyarakat sekitar mampu meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan.” Terangnya .

” Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 Mei sampai dengan 18 Juni 2020 secara individu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang ada, diantaranya bidan desa, guru, pemuka agama, serta aparat pemerintahan desa.” Tandasnya.

” Program yang dilaksanakan berupa pembagian buku saku desa tangguh COVID-19 diharapkan mampu menjadi pedoman dan petunjuk dasar untuk memulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian pemasangan poster atau pamflet tentang cara mencuci tangan di tempat-tempat umum seperti tempat ibadah, sekolah, warung, maupun toko dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan.” Pungkasnya.

TRENDING :  Juara 1 Khath Diwani, Santri PSKQ Modern Kudus Torehkan Prestasi Internasional di Irak

Pembuatan video edukasi yang meliputi cara membuat masker sederhana sebagai cara agar masyarakat mampu selalu mengenakan masker ketika di luar rumah tanpa alasan tidak adanya biaya membeli masker kata ia pula.

Diiharapkannya masyarakat mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah awal menjadi agen pemutus penyebaran virus COVID-19 ini.

Siti Nikmah(42) warga desa Klumpit RT 01/05 menuturkan bahwa “ Saya jika ke masjid, tidak cuci tangan mbak, karena saya belum tahu cara cuci tangan menurut anjuran WHO. ” Hal senada juga disampaikan bapak Sungkowo selaku ketua RW, menyampaikan, “ Sasarannya jangan hanya masyarakat terutama orang tua tapi meliputi berbagai kalangan semisal anak di TPA.”

TRENDING :  Pendaftaran Jabatan Kepala Dinas di Pemkab Kudus Dimulai

” Maka dari itu Program kerja yang dilaksanakan berupa membuat dongeng mengenai Covid-19 yang ditujukan untuk anak-anak, mengajarkan mengenai cuci tangan kepada anak-anak di TPA, pemberian sabun dan hand sanitizer beserta edukasi melalui poster dan brosur yang ditujukan oleh masyarakat. Dengan kerjasama masyarakat di desa masing-masing.” Imbuhnya. ( * )

KOMENTAR SEDULUR ISK :