Maknai Hari Pahlawan, Rutan Kelas IIB Kudus Gelar The Gathering of Heroes

oleh -73 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kudus memaknai hari pahlawan dengan menggelar kegiatan “The Gathering Of Heroes’. Kegiatan Apel peringatan hari pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November itu mengusung tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rutan, Sabtu (10/11/2018).

Dalam kegiatan tersebut, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) nampak mengenakan iket kepala yang bermacam – macam bentuk ala pejuang pahlawan nasional, lalu kaos putih dan celana pendek hitam lengkap dengan sarung yang digantungkan di pundak, lalu ada pula yang memakai tasbih yang melingkar indah di leher. Sedangkan untuk napi wanita memakai baju kebaya lengkap dengan properti yang dipakai masing-masing.

Beberapa lagu nasional juga dinyanyikan bersama warga binaan, diantaranya Bagimu negeri Bangun pemudi pemuda indonesia, Maju tak gentar, sorak2 bergembira.

Pelaksanaan Apel Hari Pahlawan di Aula Rutan Kelas IIB Kudus. Sabtu (10/11/2018). Nampak para warga binaan mengenakan pakaian ala pejuang.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Budi Prajitno, A.Md.IP., SH., MH. mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan untuk memaknai hari pahlawan bagi para petugas Rutan, warga binaan permasyarakatan dan keluarga WBP.

Ia berharap, Warga Binaan Pemasyarakatan dapat memahami definisi pahlawan secara luas, bahwa Pahlawan adalah figur yang rela, bahkan dengan keikhlasan pendarma baktikan dirinya untuk kebahagiaan orang lain, Beliau rela melepaskan hidup dan matinya untuk sepenuhnya pengabdian bagi kemaslahatan.

Dalam konteks demikian, lanjutnya, maka pahlawan bukan saja para pendahulu yang telah gugur mendahului kita tapi juga para patriot yang memperjuangkan negaranya.

Diantaranya selain tersebut Beliau adalah orang tua, suami, istri, anak-anak dan saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang ada disekitar kita, para pemimpin desa dan daerah dimana kita tinggal, serta yang tidak kalah
penting adalah para petugas pemasyarakatan yang sehari-hari bertugas dalam pelayanan, pembinaan dan pembimbingan bagi seluruh warga binaan.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapakan para warga binaan permasyarakatan dapat memaknai jika dirinya juga merupakan pahlawan bagi dirinya sendiri. Sedangkan para petugas Rutan merupakan pahlawan bagi warga binaan pemasyarakatan selama menjalani masa pembinaan,” katanya.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Budi Prajitno, A.Md.IP., SH., MH. saat foto bersama dengan pegawai dan WBP. Sabtu (10/11/2018)

Menurut dia, penjeraan atau penghukuman merupakan pembinaan ke arah perubahan perilaku hidup warga binaan pemasyarakatan yang lebih baik lagi, baik untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat, memiliki makna pemulihan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga binaan pemasyarakatan.

“Tujuannya semua warga binaan dapat mengenang jasa para pahlawan. Sehingga nilai kepahlawanan bisa tersemat dalam diri masing-masing warga binaan, petugas dan keluarga WBP,” tandasnya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya lomba baca puisi, karaoke, dan pemilihan kostum ala pahlawan oleh para warga binaan permasyarakatan. Kegiatan tersebut disaksikan para petugas Rutan dan keluarga warga binaan. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :