Maksimalkan Fungsi Penanganan Bencana, BPBD Kudus Gelar FGD

oleh -1,003 kali dibaca

Kudus, Isknews.com – Untuk memaksimalkan peran dan fungsi semua pihak dalam penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menggelar Focus Group Discussion dengan mengundang nara sumber dari Pengurus Pusat Lembaga Penanggulanagan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI).

Acara yang di buka oleh Ka sie Penanggulangan Kedaruratan Bencana ini diikuti dari perwakilan kodim 0722, Polres Kudus, LPBI NU Kudus, anggota BPBD, BPESDM, Bapeda, PCNU, UMK dan Institusi lainnya yang bertempat di Aula BPBD Kudus, Jalan PG.Rendeng Melati Norowito Kecamatan Kota, Selasa (15/11).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas C. Penanggungan yang membuka workshop menyampaikan penanggulangan bencana tidak mutlak menjadi tanggung jawab BPBD, namun juga memerlukan tanggung jawab dan peranan lintas instansi. “BPBD memiliki fungsi dan peran selaku komando dan koordinator, mengatur instansi lain. Jadi BPBD bukan lembaga sosial. Melalui kegiatan ini akan didapat rumusan hasil kajian tentang penanggulangan resiko bencana,” katanya.

Bergas memaparkan penanganan bencana idealnya dilakukan satu pintu. Dimana kajian teknis diserahkan dari lintas instansi ke BPBD untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Untuk kendala di lapangan kita menyesuaikan kondisi karena ada pihak lain juga yang memberikan bantuan. Kita berharap mendapat masukan dan input dari sini tentang resiko bencana beserta kajiannya yang dapat dijadikan sebuah panduan BPBD Kabupaten Kudus,” tegasnya.

Sementara itu Didik S. Mulyono dari Pengurus Pusat Lembaga Penanggulanagan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) memaparkan beberapa indikator terkait prosedur penanggulangan bencana yang ada di Kabupaten Kudus.Mulai dari penanganan awal hingga pasca yang melibatkan semua pihak.

”Semua memiliki peran dan fungsi, mulai dari pemerintah, media, warga hingga pihak swasta akan terlibat. Lebih lanjut pihaknya berharap di Kabupaten Kudus ini terkait penanggulangan bencana ada sebuah informatif satu pintu ke publik, misalkan terkait informasi cuaca yang akan terjadi dari BMKG, nantinya ke BPBD dilanjutkan ke dinas terkait dan media yang nantinya bisa tersalurkan ke masyarakat untuk dilakukan siaga terhadap informasi terkait.”imbuhnya

“Melalui kegiatan ini juga kita semua akan mengetahui jenis bahaya bencana dan cara penanggulangannya. Selain tentunya akan didapat masukan atau input,” pungkas Didik (AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :