Mansionite Hotel Resmi Soft Opening di Kudus, Usung Konsep Japanese Style

oleh -555 Dilihat
Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton bersama jajaran manajemen Mansionite Hotel melakukan prosesi pemotongan pita sebagai tanda soft opening Mansionite Hotel di Jalan Mejobo No. 88, Kudus, Selasa (28/7/2026). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM).

KUDUS, ISKNEWS.COM – Dunia perhotelan di Kabupaten Kudus kembali bertambah dengan hadirnya Mansionite Hotel yang berlokasi di Jalan Mejobo Nomor 88. Hotel berkonsep Japanese Style tersebut resmi menggelar soft opening sebagai bagian dari upaya menghadirkan pilihan akomodasi baru yang menyasar wisatawan maupun tamu bisnis yang datang ke Kota Kretek.

General Manager Mansionite Hotel, Bagus Saputro, mengatakan pembangunan hotel tersebut memakan waktu sekitar tiga tahun. Proses yang cukup panjang itu dilakukan agar hasil akhir benar-benar menghadirkan bangunan dan layanan yang berkualitas sesuai konsep yang diusung.

Menurutnya, keputusan membangun hotel di Kudus didasarkan pada prospek bisnis perhotelan yang dinilai masih menjanjikan. Selain itu, pemilik hotel memang memiliki keinginan menghadirkan hotel dengan konsep berbeda meski berdiri di atas lahan yang tidak terlalu luas.

Kami ingin menghadirkan produk yang benar-benar berkualitas dengan konsep Japanese Style. Karena itu proses pembangunannya memerlukan waktu sekitar tiga tahun,” ujarnya.

Bagus menjelaskan, salah satu daya tarik Mansionite Hotel terletak pada tipe Junior Suite yang mengusung nuansa Jepang. Pada kamar tersebut, tamu tidak tidur menggunakan tempat tidur konvensional, melainkan di atas panggung layaknya penginapan bergaya Jepang.

Kamar ikonik itu ada 11 unit. Konsepnya benar-benar seperti di Jepang, sehingga memberikan pengalaman menginap yang berbeda bagi tamu,” katanya.

Secara keseluruhan, Mansionite Hotel memiliki 43 kamar yang terdiri atas tipe Superior, Deluxe, Executive, dan Junior Suite.

Dari sisi tarif, hotel tersebut menawarkan harga promosi mulai Rp350 ribu per malam untuk kamar Superior tanpa sarapan, sedangkan paket dengan sarapan dibanderol Rp400 ribu. Setelah masa promosi berakhir, harga normal kamar Superior diperkirakan berada di kisaran Rp450 ribuan per malam.

Sementara itu, tarif kamar tertinggi, yakni Junior Suite, dipatok sekitar Rp800 ribu per malam. Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, Mansionite Hotel masuk dalam klasifikasi hotel bintang tiga.

Ke depan, pihak pengelola berharap dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mendukung sektor pariwisata. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menarik lebih banyak wisatawan melalui penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

Kami tentu ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar semakin banyak tamu yang datang ke Kudus melalui berbagai event yang diselenggarakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton yang turut menghadiri soft opening menyambut baik kehadiran Mansionite Hotel. Menurutnya, investasi baru di sektor perhotelan menjadi bukti bahwa Kabupaten Kudus masih memiliki daya tarik bagi para investor.

Alhamdulillah hari ini ada soft opening Mansionite Hotel. Ini menunjukkan bahwa para investor tertarik berinvestasi di Kudus karena melihat potensi ekonomi daerah ini cukup baik,” kata Bellinda.

Ia menilai kebutuhan akomodasi di Kudus akan terus meningkat seiring semakin banyaknya kegiatan yang digelar di daerah tersebut. Berbagai agenda tingkat nasional hingga internasional diperkirakan akan mendatangkan peserta maupun wisatawan dari luar daerah.

Bellinda mencontohkan pelaksanaan Srikandi Cup yang akan digelar dalam waktu dekat dan diikuti peserta dari tujuh negara. Menurutnya, kehadiran event berskala internasional akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Dengan banyaknya event, tentu akan semakin banyak tamu yang datang. Ini menjadi peluang bagi sektor perhotelan, UMKM, kuliner, hingga usaha lainnya untuk ikut berkembang,” ujarnya.

Ia berharap Mansionite Hotel mampu menjaga kualitas pelayanan sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap tamu. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, keberadaan hotel baru juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus. (AS/YM)