Mantap! Pemuda Getas Pejaten Kudus ini Bikin Kursi Roda Elektrik

oleh -1,796 kali dibaca
Fikri Hanif Wijaya (topi) didampingi Kepala Desa Getas Pejaten. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Fikri Hanif Wijaya, pemuda 24 tahun beralamat di Desa Getas Pejaten RT 03 RW II Kecamatan Jati, Kudus berhasil membuat kursi roda elektrik lengkap dengan bangku hidrolis.

“Awal 2020 kemarin saya dan teman saya buat di Yogyakarta, pas pulang, dari pada gabut atau tidak ada kerjaan, saya buat dengan bermodalkan nekat mencari sponsor akhirnya dapat dana dari salah seseorang dan pihak Desa, waktu itu awal PPKM,” ungkap Fikri, ditemui awak media, Sabtu (13/11/2021).

Kursi roda elektrik buatan Fikri jika dikalkulasi menghabiskan Rp18 juta. Pria lulusan UII Yogyakarta angkatan 2015 itu harus beli sparepart dari luar negeri. 

“Biaya itu, untuk membeli berbagai part kursi roda tersebut yang sebagian besar berasal dari luar negeri. Karena dari dalam negeri susah dapat sperpat-nya, maka kami cari dari luar negeri. Kebanyakan memang dari China, termasuk mekanik, muatan elektrik, baterai, dan hidrolisnya,” ungkap dia.

Pengerjaan kursi roda sendiri, sambung dia, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Waktu tersebut, sudah termasuk melakukan riset, mendesain, hingga menunggu komponennya datang. “Kursi roda ini dilengkapi joystick yang membuatnya bisa bergerak ke kanan, kiri, maju, dan mundur, di bagian sandaran juga dilengkapi alat untuk memijat bagian punggung,” terangnya.

Terpisah, Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi kursi roda karya Fikri Hanif Wijaya yang masih pada tahap eksperimen tersebut. Hartopo mendukung penuh pengembangan kursi roda elektrik.

Selain dapat dikemudikan secara mandiri oleh pengguna, kursi roda elektrik tersebut dilengkapi dengan mesin hidrolik untuk menegakkan kursi roda. Kemampuan ini dapat difungsikan pengguna sebagai sandaran atau pegangan saat berdiri. Hartopo mengapresiasi inovasi yang dikabarkan pertama di Indonesia tersebut.
“Kami ikut bangga Putra Kudus punya inovasi yang sangat bagus seperti ini,” ucapnya setelah ikut menguji coba kursi roda tersebut.

Pihaknya meminta agar kursi roda elektrik tersebut terus disempurnakan dan dievaluasi. Uji coba juga perlu dilakukan untuk menguji ketahanan kursi roda elektrik. Tak kalah penting, Hartopo mendorong adanya penyediaan spare part. Setelah lolos uji coba, pihaknya bersama Dinsos P3AP2KB Kudus berencana akan menggunakan kursi roda elektrik tersebut sebagai bantuan kepada warga Kudus yang membutuhkan.
“Kami mendukung adanya penyempurnaan dan evaluasi sehingga kursi roda menjadi lebih baik. Kami juga berencana memberikan kursi roda sebagai bantuan,” paparnya.

Hartopo menyampaikan agar Fikri Hanif Wijaya selaku pencipta kursi roda elektrik mengikuti program 500 wirausaha baru melalui Disnaker Perinkop dan UKM. Dari sana, Fikri mendapatkan pelatihan sekaligus tambahan modal untuk pengembangan usaha.

“Mas Hanif bersama 4 temannya yang lain bisa mengikuti program 500 wirausaha baru, di sana ada pelatihan elektro maupun nantinya mendapatkan tambahan modal pengembangan usaha,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :