Masih Banyak Responden Yang Resisten Pada Petugas Sensus Ekonomi

oleh -1,103 kali dibaca

Kudus, isknews.com -Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus Endang Tri Wahyuningsih dalam sebuah perbincangan dengan media ini (5/5) menyampaikan,” sikap wajib pajak yang resisten terhadap petugas pencacah lapangan sensus ekonomi. Sikap itu ditunjukkan karena mereka khawatir akan dikenakan pajak yang tinggi jika menyampaikan data usaha dengan data yang jujur, ketakutan masyarakat kepada petugas sensus yang datang untuk itu  kebanyakan khawatir akan kerahasiaan datanya. Selain itu ada juga yang khawatir data yang sudah didapatkan petugas nantinya akan berimbas pada penarikan pajak”. katanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Gunung (23) Petugas wajib Pajak yang mencacah untuk responden di wilayah Desa Mlati Kidul, “Terkadang kami heran dengan responden, secara fisik dan kasat mata dia adalah seorang pengusaha yang berhasil dari sisi income, namun anehnya ketika kami data sepertinya angka yang disampaikan tidak relevan dengan perolehn atas beberapa produk usahanya, sehingga kami harus berupya segenap tenaga untuk mencoba menggali terus data dari responden tersebut” keluhnya.

Selanjutnya Endang mengatakan, “Khususnya yang ada di desa rata-rata memiliki usaha kecil, kebanyakan dari mereka takut apabila nantinya setelah di sensus ada petugas yang menarik pajak,” ujarnya.  Ketakutan semacam itu, katanya, yang bisa menghambat petugas di lapangan untuk melakukan pendataan. Dirinya menegaskan data yang masuk ke BPS akan dirahasiakan dan menjamin sensus ekonomi 2016 ini tidak ada hubungannya dengan penarikan pajak.

“Di lapangan, masyarakat yang dicacah menunjukkan kecurigaan kepada petugas. Bahkan menolak disensus. Yang mau pun, banyak pengusaha yang merendahkan pendapatan dan produksi usahanya karena takut ditarik pajak yang tinggi,” kata Endang.

Endang mengungkapkan, kevalidan data sensus ekonomi tidak hanya tanggungjawab pencacah lapangan, tapi juga responden. Menurutny resistensi masyarakat kemungkinan disebabkan ketidaktahuannya terhadap tujuan Sensus Ekonomi, yaitu mendapatkan potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir ditarik pajak tinggi setelah memberikan data usaha yang valid. Membayar pajak juga tidak perlu ditakutkan karena itu sudah menjadi kewajiban warga negara dalam pembangunan.

“Kondisi ekonomi Indonesia akan lebih terbantu apabila masyarakat selaku wajib pajak sadar dengan kewajibannya dalam membayar pajak. Sehingga, pemerintah bisa menyejahterakan masyarakatnya karena mampu membangun berbagai fasilitas. Seperti sekolah, jalan, dan rumah tidak layak huni,” ujarnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :