Masih Langka, Info kedatangan Minyak Goreng Curah Langsung Diserbu Warga

oleh -145 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Masih langkanya ketersediaan minyak goreng curah di Kabupaten Kudus, sehingga informasi tentang kehadiran minyak goreng sebagai bahan baku utama warga menggoreng jenis pangan tertentu keberadaanya masih banyak dicari masyarakat. Bahkan setiap ada kiriman minyak goreng curah, toko yang mendapat jatah langsung diserbu pembeli.

Demikian halnya yang terjadi di Toko Melati yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto No.72, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus pagi ini, Rabu (13/4/2022). Terlihat banyak pembeli yang telah mengantre sejak sebelum truk tangki minyak goreng datang. Membawa puluhan jeriken kosong untuk diisi minyak goreng.

Santo (55), pengusaha kerupuk asal Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu itu telah antre sejak pukul 08.00 WIB. Meski berangkat pagi, ia mendapat nomor antrean 35 untuk membeli minyak goreng.

“Iya tadi pagi langsung datang ke sini. Antre dari jam delapan pagi, sebelum mobil datang,” katanya.

Baginya mencari minyak tidak susah, hanya berat. Santo menceritakan, sudah berhari-hari ia berkeliling Kudus mencari minyak goreng curah. Puluhan toko didatanginya, namun tidak didapatkan barang yang diinginkan.

Ketika tahu ada toko yang menjual minyak goreng curah, pihaknya langsung datang membeli 36 kilogram minyak. Di mana ia bagi dalam dua jeriken ukuran 18 kilogram.

“Hanya di sini (toko Melati) belinya gampang dan bagus. Harganya standar, Rp 16.500 perkilogramnya. Sebelumnya itu sudah nyari kemana-mana. Keliling kota Kudus, tapi gak ada. Terus di sini ada, langsung datang ke sini,” ceritanya.

Warga tengah mengantri minyak goreng curah di Toko Melati yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto No.72, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus

Atas keterbatasan minyak goreng yang didapatkan, dalam menjalankan bisnisnya Santo mencoba berhemat. Dalam sehari, maksimal ia menghabiskan 15 kilogram minyak goreng untuk menggoreng kerupuk jualannya.

“Jadi sekarang ya dicukup-cukupkan. Dulu pernah nyoba pakai minyak goreng kemasan, tapi bangkrut malah. Jadi sekarang balik pakai minyak goreng curah,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Toko Melati, Nita (34) mengaku tidak membatasi setiap pembelian. Bagi yang ingin membeli, pihaknya mempersilakan untuk langsung datang ke tokonya. Untuk kemudian mendapat nomor urut pembelian.

“Pembeli kita tidak batasi. Kalau habis, ya sudah,” katanya.

Seminggu terakhir, Nita mengungkapkan bahwa distribusi minyak goreng curah cukup baik. Kendati pada pekan sebelumnya tidak ada kiriman sama sekali, sejak hari Minggu hingga Rabu ini, pihaknya telah menerima empat kali kiriman minyak goreng curah. Di mana masing-masing tiap harinya ada 4.500 kilogram minyak datang.

“Tadi pagi datang 4.500 kilogram dari distributor CV Sidomulyo, Semarang. Sejak hari Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu ini yang ke empat kalinya. Dan tiap hari langsung habis,” paparnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :