Masjid Baitul Makmur Kudus Sediakan Ifthar Bagi Pelancong dan Pemburu Takjil

oleh
Foto: Suasana saat buka puasa bersama di gedung JHK, masih satu area Masjid Baitul Makmur Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bulan Ramadhan dibeberapa Masjid dan Mushola banyak kita temui para pengurusnya menyediakan Ifthar atau sajian menu berbuka puasa bersama gratis, Bahkan, ada masjid yang sudah puluhan tahun menyedikan takjil dengan menu variatif sampai saat ini.

Seperti yang terjadi di Masjid Baitul Makmur yang masih satu lokasi dengan Gedung Jam’iyatul Hujjah Kudus (JHK) di Jl. R. Agil Kusumadya Desa Getaspejaten RT 09 RW 03 Jati Kudus.

Masyarakat sering menyebutnya Masjid JHK, karena letaknya di depan persis gedung haji itu. Untuk tahun ini, bagi-bagi takjil dimulai pada tanggal 1-27 Ramadhan 1440 H.

Pantauan isknews.com dilokasi pada Senin (13/5/2019), Masjid ini selain menjadi sasaran para pencari takjil, juga menjadi tempat transit bagi orang yang sedang melakukan perjalanan antar kota, seperti halnya Saiful, warga Pedurungan Semarang, yang waktu itu sedang mengambil dagangannya (Pakaian, – Red) dari Pasar Kliwon, untuk dijual kembali di Pasar Semarang.

TRENDING :  Gus Ghofur Maimoen: Ulama Harus Jadi Suri Tauladan Bagi Umat

Diakuinya ini baru pertama kalinya Ia buka puasa disini, padahal sudah beberapa tahun saya lewat Masjid ini. “Tadinya hanya ingin sholat berjamaah maghrib, namun ada sajian takjil, kenapa tidak, bahkan saya habis 2 porsi,” ungkapnya kepada isknews.com

Beda halnya dengan Mushoffa, alumni TBS Kudus lulusan tahun ini itu tidak mau melewatkan bulan ramadhan begitu saja. Usai mengaji kitab di Masjid Kaujon sekitar Menara Kudus, Ia bersama temannya menyempatkan diri untuk berbuka puasa di gedung JHK itu.

TRENDING :  Giliran Karyawan Instansi dan Umum, Unjuk Gigi dalam Lomba Gerak Jalan

Sementara itu, KH. Ma’ruf Shidiq, Lc, ketua Ikatan Pengurus Haji Indonesia (IPHI) Kudus yang juga pengurus Masjid Baitul Makmur mengatakan, Menjelang waktu berbuka, juga diadakan siraman rohani berdurasi sekitar 15 menit oleh para kyai dan ulama dari perwakilan IPHI kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.

Suara sirine tanda membatalkan puasa telah berbunyi, seketika ratusan jamaah dipersilahkan duduk di kursi yang telah disediakan, guna menikmati sajian pembatal puasa berupa minuman teh hangat dan 3 biji kurma berbungkus plastik, “Sedangkan takjil makanan berat akan dibagikan dengan cara antre (bergiliran, Red), tentunya setelah para jama’ah melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu,” ujarnya

TRENDING :  Kisah Tentang Tanah Norowito

Dikatakannya, Takjil ini sudah puluhan tahun diadakan, dibantu bergiliran dari majelis taklim perempuan (MTP) IPHI Kecamatan, “Sedikitnya kita menyediakan sekitar 250 porsi takjil dengan menu variatif, untuk weekend kami sediakan 300 porsi,” tuturnya.

Menu variatif tersebut diantaranya Sop, Sego Gandul, Sayur bening, Soto dan Swike dan lainnya. “Untuk dana keperluan atau penyediaan buka puasa bersumber dari para dermawan maupun donatur tetap yang sudah menghubungi panitia sebelumnya,” Pungkasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :