Masjid Kenepan Dengan Sejarah Pendidikan

oleh
Masjid Kenepan

Masjid Kenepan atau masjid Abyad, terletak di Kanepan RT 02 RW II Kerjasan Kota Kudus. Masjid terssebut dibangun pada tahun 1694 oleh para walisongo. Tempat ini biasa digunakan untuk musyawarah dan tempat penginapan para wali. Oleh karena itu, tempat ini dikenal dengan nama “Kenepan”.

Masjid ini pernah direnovasi sebanyak dua kali. Renovasi yang pertama pada tahun 1818 meliputi pelebaran dan pendirian Madrasah Diniyyah Mu’awanatul Muslimin oleh Mbah Abdullah Sajad dan K.H.R. Asnawi. Ada cerita menarik di balik pendirian Madrasah Diniyyah ini. Mbah Abdullah Sajad, kala itu telah menikah namun belum dikaruniai keturunan. Beliau pun bernadzar, jika dikaruniai keturunan maka beliau akan mendirikan sebuah madrasah. Akhirnya, beliau dikaruniai keturunan yang bernama Mu’awanah, dan madrasah tersebut pun diberi nama Mu’awanatul Muslimin.

Madrasah ini merupakan madrasah diniyyah pertama dan tertua di Kudus. pada awalnya, murid di madrasah ini mencapai 200an. Para kyai seperti K.H.M. Arwani Amin, K.H. Sya’roni Ahmadi, K.H. Hasan Asy’ari (Mbah Hasan Mangli) pernah terlibat dalam proses belajar mengajar di sini. Bahkan menurut penuturan Kyai Miftah, masjid ini merupakan tempat pertama kalinya K.H. Arwani Amin mengajar.

TRENDING :  Rumah Ditinggal Sebentar,Harta Digasak Pencuri
TRENDING :  Harganyan mencapai Rp 4 – 8 M Pemkab Sering Kecolongan, Dijual Oleh Pemiliknya Karena Warisan, Jumlah Rumah Adat Kudus Semakin Menyusut

“Dulu, Mbah Arwani mengajar di masjid ini setiap ba’dal subuh. Banyak santri yang mengantri hingga ke teras masjid.” Tutur Kyai Miftah.

Pada proses renovasi pertama inilah, K.H.R. Asnawi menyematkan nama “Abyad” pada masjid ini, yang berarti putih. Dinamakan Abyad karena di masjid ini juga dihuni oleh jin-jin Islam yang beribadah kepada Allah SWT.

Renovasi kedua terjadi pada tahun 2007, meliputi penggantian genteng dari yang kuno beralih ke genteng modern. Meskipun telah dua kali mengalami renovasi, banyak bagian dari masjid ini yang tetap dipertahankan keasliannya. Seperti seng yang melapisi bagian dalam masjid, pintu dan jendela yang terbuat dari kayu jati, dan tiang-tiang penyangga bagian dalam masjid yang juga terbuat dari kayu jati kuno.

TRENDING :  Akhirnya Maryati Bisa Bernafas Lega

Masjid ini merupakan masjid yang istimewa. Menurut K.H. Turaichan Adjuhri Asy-Syarofi, hanya terdapat dua masjid yang arah kiblatnya tidak pernah bergeser, yaitu masjid Kanepan dan masjid Wanaran. Sehari-harinya, masjid ini tetap digunakan sebagai tempat ibadah warga Kenepan.

Sumber : Reportase Bersama K.H. Miftahul Anwar dan Bapak Akhdhori, Nadhir Masjid Kenepan

‪#‎Ulya‬

KOMENTAR SEDULUR ISK :