Menarik, Jual Nasi Padang Keliling dengan Gerobak Dorong

oleh -2.032 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kreasi berbeda dilakukan oleh Warga Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, dalam menjemput rejeki. Kalau biasanya nasi padang dijual di tempat dengan meja dan kursi, penjual nasi padang satu ini menjualnya dengan cara berkeliling dengan gerobak dorong.

Rina Monazka, warga Wergu Wetan, Kota, Kudus menjual nasi padang keliling dengan grobak dorong (foto:my)

Ialah Rina Monazka, pemilik usaha nasi padang keliling Monazka Jaya, bersama sang suami. Usaha kuliner miliknya sudah berjalan sejak Februari 2020 silam.

Rina Monazka, warga Wergu Wetan, Kota, Kudus menjual nasi padang keliling dengan grobak dorong (foto:my)

“Satu bulan baru berjalan, langsung masuk pandemi covid-19 itu, tapi Alhamdulillah masih tetap lumanyan banyak pembeli,” ujarnya.

Rina mengaku, inspirasi menjual nasi keliling dari temannya yang juga sempat bekerjasama dengannya. Lantaran masalah pribadi, dia pun akhirnya memutuskan untuk berjualan keliling sendiri. Dengan bekal pengalaman pernah bekerja di warung makan nasi padang.

“Saya sama suami dulu pernah berjualan di rumah makan padang, jadi kita mikir pas sempar nganggur berbulan-bulan, enaknya usaha apa yang tidak harus ada tempat dan praktis. Terus nemu jualan nasi padang ini,” terangnya.

Ada berbagai macam menu yang disajikan di gerobaknya. Mulai dari rendang, kikil, ayam goreng, telur, terong balado, begedel, lele. Dengan harga cukup terjangkau yaitu, mulai 8 ribu hingga 12 ribu rupiah.

Sementara untuk rute penjualan kelilingnya, lanjut Rina, start dari rumahnya di Dukuh Wergu Wetan, Kelurahan Wergu Wetan. Kemudian, berjalan ke arah utara, hingga menuju jalan Letkol Tit Sudono, Wergu Kulon, Kecamatan Kota.

“Kelilingnya dari rumah sampai gang 4, mulai dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore. Habis atau tidak habis, jam 5 tetap pulang,” tuturnya.

Dalam sehari, Rina bisa meraih omzet sekitar 1 juta. Hasil yang terbilang memuaskan ini, dia dapatkan setelah mengeluarkan modal awal sebanyak 2 juta rupiah.

“Modal awal 2 juta itu saya pinjam dari saudara, dijanjikan 6 bulan harus bisa kembali, alhamdulillah dalam waktu segitu bisa balik modal,” katanya.

Sedangkan untuk gerobaknya sendiri, Rina menuturkan bahwa pembuatannya dirakit sendiri secara manual dengan barang-barang bekas. Dia bersyukur, gerobak sederhana tersebut bisa mengantarkan keluarganya menjemput rejeki hingga sekarang.

“Karena dulu, awal-awalnya tidak punya modal sama sekali, jadi barang-barang rongsok kita jadikan gerobak sambil jalan. Alhamdulillah sampai sekarang masih digunakan untuk berjualan,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :