Mengenal Mesin Bubut (Turning)

oleh -984 kali dibaca

Kudus_isknews.com – (4/1) Mesin bubut yaitu suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda menggunakan pahat secara memutar, sehingga hasil yang diberikan berupa bentuk silinder. Mesin bubut itu sendiri bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan, seperti mengurangi diameter suatu benda, membuat lubang, membuat ulir luar maupun dalam dan masih banyak lagi. Hasil dari proses permesinan tergantung pada pahat yang digunakan pada saat itu.

Mesin bubut sendiri mampu digunakan untuk membuat suatu karya dari berbagai material, diantaranya kayu, besi, aluminium, karet dan sberbagai macam benda solid lainnya. Untuk memulai proses bubut benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang pada ujung poros utama (spindle). Kemudia memasang pahat pada chuck (pencekam pahat). Setelah itu terpasang kita harus memposisikan pahat, sehingga mencapai titik nol (ujung pahat sedikit menyentuh material). Sebelum memulai membubut, kita harus menentukan kedalaman potong (deep of cut), sehingga kita akan tahu berapa mm yang akan kita kurangi dan berapa kali kita melakukan pemotongan, ujar Adam, Sarjana Teknik di Salah satu Universitas di Semarang.

Untuk memulai suatu pembubutan ada beberapa yang perlu di setting, yang pertama yaitu putaran poros utama (n). Putaran poros utama dapat dipilih, putaran poros utama umumnya dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630, 710, 800, 900, 1000, 1120, 1250, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm (rotasi per menit). Semakin keras benda yang akan di bubut, maka n juga harus disetting lebih kecil, begitu sebaliknya, untuk benda yang lebih lunak seperti aluminium, maka n harus diatur lebih besar.(Taufiq, 1993).

Selain putaran poros utama yang harus diatur, untuk membubut suatu benda, mesin bubut perlu disetting gerak makannya (f). pada mesin bubut tersedia bermacam-macam gerak makan menurut tingkatannya, misalnya 0,1; 0,112; 0,125; 0,14; 0,16 (mm/r). semakin keras benda yang dibibut f yang digunakan harus semakin kecil, hal ini dilakukan untuk menggurangi risiko pahat patah. Sebaliknya, saat benda semakin lunak, f boleh diatur lebih besar. (Taufiq, 1993).

(FA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :