Menjemput Lailatul Qadr dengan Menata Spiritualitas

oleh -459 Dilihat
Ketua PD Muhammadiyah Kudus KH Noor Muslikhan (Foto: YM)

Oleh: KH Noor Muslikhan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk kembali berjumpa dengan bulan suci Ramadan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk tersebut serta pembeda antara yang benar dan yang batil.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an itu berkaitan erat dengan Nuzulul Qur’an, yaitu turunnya Al-Qur’an pada malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadr. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Karena kemuliaannya itulah, banyak umat Islam yang berupaya dengan sungguh-sungguh untuk meraih keutamaan malam tersebut.

Tidak sedikit pula saudara-saudara kita yang rela menempuh perjalanan jauh, bahkan berangkat umrah di bulan Ramadan dengan harapan dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadr di Tanah Suci. Semangat spiritual seperti ini tentu patut kita apresiasi sebagai bentuk kerinduan umat kepada rahmat dan ampunan Allah SWT.

Namun sesungguhnya, Lailatul Qadr bukan sekadar malam yang diburu secara lahiriah. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa pada malam itu para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan membawa rahmat, kedamaian, dan keberkahan hingga terbit fajar.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa kita dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Rasulullah bersabda:

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.”

Pesan hadis ini mengajarkan kepada kita agar meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Akan tetapi, meraih Lailatul Qadr tidak hanya sekadar menunggu datangnya malam tersebut. Yang lebih penting adalah mempersiapkan spiritualitas diri. Kita perlu menata hati, membersihkan niat, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada fitrah sebagai hamba Allah.

Ketika seseorang mampu mendekati fitrahnya—yakni menjadi pribadi yang lurus, tulus, dan berakhlak baik—maka akan terjadi perubahan dalam dirinya. Ia menjadi lebih sabar, lebih ikhlas, lebih peduli kepada sesama, dan lebih taat kepada Allah SWT. Orang-orang yang mampu menata spiritualitas seperti inilah yang diharapkan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadr.

Lailatul Qadr bukan sekadar malam penuh keutamaan, tetapi juga momentum perubahan diri. Dengan datangnya malam tersebut, diharapkan kehidupan kita setelah Ramadan menjadi lebih baik. Langkah-langkah kehidupan kita semakin dekat dengan keridhaan Allah SWT, serta dihiasi dengan akhlakul karimah.

Ketika malaikat turun membawa rahmat dan kedamaian, maka hati manusia akan dipenuhi dengan petunjuk dan ketenangan. Celah-celah godaan setan akan semakin tertutup, dan manusia didorong untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan penuh kebaikan.

Oleh karena itu, pada hakikatnya Lailatul Qadr tidak perlu diburu secara berlebihan. Yang lebih penting adalah menata diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Jika spiritualitas kita sudah dipersiapkan dengan baik, maka “tamu agung” bernama Lailatul Qadr akan datang dengan sendirinya kepada mereka yang benar-benar siap menerimanya.

Semoga Lailatul Qadr menjadi pemicu bagi kita untuk semakin meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir, khususnya malam-malam ganjil. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang diberikan kesempatan meraih keberkahan malam tersebut.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.