Menuju Wisata Halal, Disbudpar Kudus Edukasi Puluhan SDM Pelaku Usaha Kuliner

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mengelar pelatihan SDM pelaku usaha kuliner di @HOM Hotel Kudus, selama tiga hari, Senin – Rabu (21-23/10/2019).

Acara tersebut diikuti puluhan pengusaha di Kabupaten Kudus. Mulai dari pedagang kaki lima hingga pengusaha hotel.

Diadakan pelatihan tersebut, dikarenakan adanya kewajiban memiliki sertifikat halal sejak UU NO 33 th 2014 diundangkan.

Jika sebelumnya dikelola MUI, per tanggal 17 oktober 2019 kemarin beralih ke lembaga independen, yakni dari BPJPH (badan penyelenggara jaminan produk halal), dibawah naungan kemenag.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Sri Wahjuningsih mengatakan, karena banyaknya peserta, dalam pelaksanaan pihaknya membagi 2 kelas. “Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 70 peserta. Dari PKL di kawasan pariwisata, HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) cabang Kudus hingga PHRI selaku pelaku hotel dan resto cabang Kudus,” ungkapnya.

Dalam menyukseskan pelatihan ini, Ia mengaku mengundang 10 pemateri dari berbagai kalangan. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga pengelola hotel yang telah memiliki sertifikasi halal.

“Kami undang General Manager Hotel Grasia Semarang, Noor Faiq. Karena Ia salah satu dari dua hotel yang mempunyai sertifikasi halal di Semarang,” ujar perempuan yang akrab disapa Nining ini.

Nantinya, akan diadakan studi banding di Hotel Grasia Semarang selama dua hari.
Ia berharap dengan adanya pelatihan ini, akan terwujud Kabupaten Kudus sebagai Kota Wisata Halal di mana saat ini, hanya di Pulau Lombok, NTT saja yang memilikinya. Selain itu, dengan adanya kuliner halal ini, terpacunya sektor pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kudus.“Tentunya ini akan kami kolaborasikan dengan sektor pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Noor Faiq menjelaskan dalam tahapan-tahapan untuk memperoleh sertifikasi halal, pengusaha harus memenuhi berbagai unsur. Diantaranya,  bahan harus tersertifikasi halal, proses penyembelihan, produksi hingga segi fasilitas harus sesuai dengan ketentuan.
“Seperti, fasilitas produk  harus bersih dari najis. Vendor harus memberi keterangan terkait tempat pemotongan hewan (THP), dan sebagainya,” ungkapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :