Meraup Untung dari Budidaya Jeruk Pamelo Bageng

oleh -1,095 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Desa Bageng Kecamatan Gembong tepatnya disebelah timur lereng Gunung Muria, merupakan salah satu desa penghasil jeruk pamelo, yang punya citra rasa beda.

Selain manis, Jeruk Pamelo Bageng tidak ada bijinya dan bila dimakan terasa segar serta tidak berampas.

Sutrisno (49) warga Desa Begeng yang membudidayakan jeruk pamelo mengaku banyak keuntungan dari hasil penjualan jeruk pamelo tersebut. Terlebih, saat ini pasar nasional di kawasan Jakarta, Surabaya sampai ke Bogor sudah mulai mencari pamelo khas bageng tersebut.

Foto: Jeruk Pamelo Bageng Saat dikupas. (Dok. Isknews.com)

“Permintaan paling banyak memang dari Jakarta, bahkan kalau musim sedang tidak bersahabat, kami sampai kewalahan. Tetapi untuk saat ini, semua permintaan dari pasar nasional masih mencukupi,” jelasnya, Selasa (03/10/2017).

Sementara untuk penjualan, dia mengaku melakukan setiap hari, mengingat panen jeruk pamelo memang tidak mengenal musim, dan setiap saat bisa panen. Bahkan, tidak jarang pula orang dari luar kota yang sengaja membeli langsung di rumah Sutrisno.

Foto: Jeruk Pamelo Bageng Saat di kebun. (Dok. Isknews.com)

Untuk satu kilo gram buah, dia mengaku menjual dengan harga Rp. 17 ribu. Menurutnya, harga itu sudah terjangkau mengingat proses penanaman hingga pemanenan juga membutuhkan modal yang tidak sedikit.

“Itu harga ditingkat petani, nanti kalau sudah dijual di pasaran harganya juga berbeda. Tetapi rata-rata kalau di jual di Jakarta harganya Rp 20 ribu per kilogramnya,” Pungkasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :