Miliki Gapura Ala Jepang, Wisata Mbalong Sangkal Putung Diserbu Pengunjung

oleh -1.181 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bagi warga di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Wisata Mbalong Sangkal Putung di Desa Kesambi sudah tidak asing lagi didengar. Wisata yang ngehits hanya dengan hitungan hari dibangun ini pun sudah ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan.

Pengunjung tengah menaiki Wahan Bebek di lokasi Wisata Mbalong Sangkal Putung di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo

Miliki daya tarik tersendiri dengan menghadirkan gapura unik ala Jepang, membuat para pecinta spot foto tidak mau ketinggalan untuk mampir. Menurut Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri, pembangunan Gapura Mbalong Sangkal Putung yang identik dengan Gapura Jepang ini, tidak ada maksud lebih. Pihaknya, hanya ingin menghadirkan objek wisata yang berbeda di Kabupaten Kudus.

Pengunjung tengah menaiki Wahan Bebek di lokasi Wisata Mbalong Sangkal Putung di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo

“Kita memang fokuskan di gapura ini. Tidak ada maksut lain, kita hanya ingin menonjolkan sesuatu yang baru untuk daya tarik saja,” katanya.

Selain itu, di lokasi Mbalong Sangkal Putung juga bakal menghadirkan destinasi wisata dua musim. Dimana, ketika musim penghujan, pengunjung bisa menikmati wahana air dari sawah yang kebanjiran. Seperti, wahana bebek, perahu, dan pemancingan.

Sementara di musim kemarau, akan disuguhkan hamparan hijau dari tanaman padi dan cabai. Disertai dengan pemandangan tiga gunung yang mengapit lokasi tersebut, yaitu Gunung Kendeng, Gunung Pati Ayam, dan Gunung Muria.

“Jadi, sini itu bukan wisata air, tapi wisata alam. Karena ada musim banjir, kita bisa mensuguhkan kondisi air sambil edukasi menangkap ikan secara tradisional. Pada saat musim kemarau, nanti pengunjung disuguhkan yang namanya warna hijau, karena akan ditanami padi. Jadi kesini tidak akan gersang,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga memiliki rencana untuk membangun pasar sawah di sepanjang jalan area tersebut. Nantinya, warga setempat dapat memanfaatkan pasar tersebut, agar bisa menjajakan hasil UMKM nya untuk menambah pendatapan sehari-harinya.

“Rencananya, parkiran akan ditata di pemukiman warga. Jadi warga yang terkena dampak kebisingan wisata ini mendapatkan kompensasi juga. Kemudian, pengunjung bisa berjalan dari lokasi parkir menuju wisata dengan suguhan pasar sawah itu tadi. Jadi, di lokasi akan bersih dari semrawutnya kendaraan,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menjelaskan mengapa menamakan wisata alam di Desa Kesambi tersebut dengan sebutan wisata Mbalong Sangkal Putung. Mbalong sendiri, merupakan sebutan orang jawa untuk rawa. Yang sejatinya lokasi tersebut dulunya adalah sebuah rawa.

Sementara sebutan Sangkal Putung, diambil dari nama jalan Kabupaten yang ada di depan gerbang wisata tersebut.

“Jalan ini milik kabupaten, dan kebetulan namanya itu jalan sangkal putung. Makanya kita namai Wisata Mbalong Sangkal Putung,” pungkasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :