Miliki Kelas Unggulan Coding, SMPM 1 Kudus Ikutkan 10 Siswanya Kompetisi Coding Nasional

oleh -1,043 kali dibaca
Kepala Sekolah SMPM 1 Kudus Ali Zamroni saat meninjau proses seleksi siswa-siswa yang akan diikutsertakan dalam kompetisi Fun Coding Nasional di Semarang , Sabtu 24/09/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sebagi satu satunya sekolah di Kudus yang memiliki kelas unggulan coding, SMP Muhammadiyah 1 Kudus kini tengah mempersiapkan timnya untuk mengikuti lomba coding nasional di Semarang. Saat ini pihaknya sedang tahap seleksi dari 30 siswa berjenjang mulai dari kelas 7, 8 dan 9 untuk disaring kedalam 10 peserta yang akan diikutkan dalam lomba Funcod (Fun and Easy Coding) Competition.

Ditemui saat proses seleksi, Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Ali Zamroni mengatakan, awalnya seleksi diikuti oleh seluruh siswa kelas Coding yakni sebanyak 150 siswa dari kelas unggulan coding yang kemudian disaring menjadi 30 siswa dan nantinya setelah seleksi ini menjadi 10 peserta yang akan mewakili sekolah dalam ajang Game Developer berusia muda ditingkat nasional itu.

“Seleksi coding ini diberi nama ‘ngoding bareng gawe game’. Sebelum ini siswa kami telah mengikuti sejumlah even terkait kompetisi coding baik ditingkat regional maupun nasional. Nah yang sedang kami persiapkan ini adalah tim yang akan diikut sertakan dalam lomba Fun and Easy Coding yang akan digelar oleh SMP Kristen Krista Mitra, Semarang,” ujar Ali Zamroni, Sabtu (25/09/2022).

Saat diliput oleh media ini, bertempat di Laboratorium Komputer sekolah, 30 siswa sedang berkonsentrasi mengolah bahasa pemrograman menjadi karya game yang setiap peserta memiliki tema dan karakter masing-masing.

“Apa yang sedang kami persiapkan ini adalah program coding menyambut era industri 4.0 maupun era society 5.0. Dengan tema Bangkit dan Buat Perubahan Menuju Era Generasi Emas. Program ini juga makin menarik siswa untuk berkarya melalui coding for games maupun robotik,” ungkapnya.

Rencananya, lanjut Ali, babak penyisihan Funcod akan dilakukan pada 14 Oktober 2022 mendatang. Selama persiapan lomba nantinya, para peserta akan mengikuti secara daring. Bahkan ketika lomba pun, dilakukan dengan sistem daring.

“Tapi ada syaratnya, saat mengikuti lomba lewat zoom, semua peserta harus kelihatan. Baik itu depan, belakang, samping kanan kiri, harus kelihatan. Agar tidak terjadi kecurangan,” ungkapnya.

Masih kata Ali, sebagai persiapan lomba, sekolah akan mencari pelajar yang paling berbakat dalam dunia coding. Mereka yang mampu menggunakan logikanya, serta inovasi ide yang mereka tuangkan dalam sebuah coding.

Proses seleksi peserta kompetisi Coding yang aakan diikutsertakan dalam even nasional di SMP Muhammadiyah 1 Kudus (Foto: YM)

Untuk tingkat SMP sendiri, nantinya sesuai ketetapan lomba, para siswa akan fokus dalam pengembangan game online saat lomba.

Pihaknya berharap, dengan keikutsertaan pelajar SMP Muhammadiyah Kudus dalam Funcod, diharapkan kemenangan didapatkan. Dengan kemenangan itu diharapkan bisa menarik minat siswa-siswi SD/MI Kudus untuk bersekolah di SMP Muhammadiyah Kudus.

“Saya juga ingin mengubah mindset orang tua bahwa anak megang hp itu tidak bermanfaat. Sebab nyatanya sangat bermanfaat. Mereka bukan hanya bermain game saja, tapi juga bisa membuat game sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Guru TIK yang sekaligus pembimbing kelas coding SMP Muhammadiyah Kudus, Dwi Susilo mengaku, sudah ada beberapa pelajar yang siap mengikuti lomba. Bahwa menurutnya, dalam penjurian nantinya, ada tiga komponen yang perlu ditunjukkan oleh para siswa siswi. Yakini tentang kreativitasnya, idenya, hingga gagasannya.

“Beberapa (pelajar) sudah muncul idenya. Sudah bisa menuangkan idenya dalam coding. Logikanya sudah jalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan bahwa dalam coding, hal utama yang perlu dikuasai calon programmer itu memiliki algoritma berpikir yang cerdas dan runtut. Diikuti dengan ilmu matematika yang tak kalah mumpuni.

“Semakin banyak fitur yang ditampilkan dalam karya game mereka, semakin bayak layer yang dilibatkan akan menambah nilai penjurian, karena tingkat kesulitan dan ide kreatifitas yang tinggi sangat mempengaruhi penilaian,” ujar Dwi.

Di sisi lain, Aria Sheva Dhanandra (15) meras senang bisa belajar coding. Sudah menyukai dunia coding sejak kelas 7 SMP, ia terus mengembangkan kemampuannya.

Terbaru, siswa kelas IX tersebut membuat game dengan tema mirip Flappy Bird. Ada objek yang melayang dan bisa naik turun sesuai keinginan orang yang bermain game.

“Persiapan untuk lomba sudah mulai lihat tutorial di YouTube buat game. Kalau untuk kesulitan membuat game, cukup sulit,” katanya.

Kendati demikian, ia terus berusaha menciptakan game buatannya. Untuk di masa depan mampu meraih cita-citanya sebagai Developer Game. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.