MilkLife Soccer Challenge Series 1 2024-Kudus Digelar, 151 Tim Berlaga di Supersoccer Arena

oleh -2,586 kali dibaca
Suasana saat pertandingan Milk Life Super Soccer antara pemain dari SDN Rendeng 2 Kudus (Kuning-biru) dan SDN Gedangan Rembang (merah muda) berebut bola di Super Soccer Arena, Rendeng, Kudus, Sabtu 02/03/2024 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kembali, Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife menyelenggarakan Turnamen “MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024”. Digelar sejak 26 Februari hingga 3 Maret 2024 di Supersoccer Arena (SSA), Rendeng, Kudus.

Turnamen kali ini diikuti tak kurang dari 1.712 siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang datang dari Kudus, Pati, Rembang hingga Jepara. Mereka tergabung di 151 tim yang terbagi dalam dua kelompok usia yakni U 10 (41 tim) dan U 12 (110 tim).

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan, MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024 melibatkan total 101 SD dan MI yang berada di Kudus dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa geliat sepak bola putri sudah mulai meluas sejak pertama kali turnamen ini digagas pada tahun lalu di Kudus.

“Kami mengucap syukur karena turnamen ini sekarang diikuti tidak hanya dari Kudus tapi juga dari Pati, Rembang, dan Jepara. Bukan hanya ikut meramaikan, tapi mereka juga datang dengan tujuan meraih juara. Artinya, kecintaan para siswi terhadap sepak bola putri sudah mulai besar dan ini harus dijaga melalui kompetisi yang digelar secara rutin,” tutur Yoppy, Sabtu (02/03/2024).

Berbeda dari gelaran MilkLife Soccer Challenge pada tahun sebelumnya, dalam turnamen kali ini bakat-bakat pesepak bola putri terlihat jelas di atas arena. Tidak hanya guliran gol yang berhasil disarangkan, teknik permainan pun mulai meningkat sehingga jalannya pertandingan semakin kompetitif.

Timo Scheunemann, selaku Head Coach MilkLife Soccer Challenge, saat ditemui di arena turnamen mengatakan, pihaknya memantau jalannya turnamen dan mengaku kagum dengan peningkatan kemampuan para peserta, baik secara individu maupun permainan sebagai sebuah tim sepak bola. Menurutnya dalam MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024, semakin banyak siswi yang memahami teknik bermain sepak bola.

“Tim yang bertanding di MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024 ini tidak sedikit yang juga ambil bagian dalam MilkLife Soccer Challenge tahun lalu. Saya cukup terkejut karena ada banyak peningkatan kemampuan baik dari individu maupun secara tim. Banyak dari anak-anak yang sekarang sudah bisa bermain dan mengolah bola jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Timo.

Coach Timo melanjutkan, peningkatan kemampuan peserta dalam turnamen kali ini tak lepas dari semakin tumbuhnya kecintaan para siswi di Kudus dan sekitarnya terhadap sepak bola putri. Hal ini selaras dengan tujuan utama diselenggarakannya MilkLife Soccer Challenge, yakni mengenalkan nomor olahraga tersebut di kalangan siswi sekolah dasar yang diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet dan kelak dapat membawa Indonesia berlaga di turnamen tertinggi yaitu Piala Dunia Wanita.

“Dengan peningkatan kemampuan dan teknik para siswi di MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024 ini, membawa secercah harapan bahwa sepak bola putri bisa semakin berkembang dan kelak kita bisa menyaksikan Indonesia ambil bagian dalam Piala Dunia Wanita di masa depan,” tandas pelatih yang pernah menukangi Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia pada SEA Games 2009. 

Salah satu tim yang mengalami perkembangan pesat dalam MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 1 2024 adalah SD Bulung Cangkring 3 Jekulo. Berbeda dari penampilan sebelumnya pada 2023, kali ini mereka lebih piawai dalam penguasaan bola dan bermain semakin terorganisir sebagai sebuah tim yang dilatuh oleh guru mereka Toni Sunarto.

Kegigihan bermain sepak bola dan memenangkan MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024 juga ditunjukkan oleh siswi SDN Gedangan Rembang. Bertandang sejauh 65 kilometer dari sekolahnya, para siswi patungan menyewa rumah warga agar bisa lebih dekat ke arena pertandingan, sekalipun hal tersebut membuat mereka berpisah sementara waktu dari orangtua.

“Kami memutuskan untuk menyewa rumah warga karena kami punya pengalaman, bahwa sebelum bermain anak harus siap minimal satu hari sebelum bermain. Jadi, kami berusaha semaksimal mungkin agar anak nyaman dan bisa optimal saat bermain,” tutur Agus Prasetyo, pelatih yang juga guru SDN Gedangan.

Taktik yang dilakukan Agus berbuah manis. Tim SDN Gedangan U 12, mampu melaju hingga babak 16 besar. Torehan apik juga ditunjukkan oleh skuad U 10 sekolah asal Rembang tersebut yang mampu menjejakkan kaki hingga babak delapan besar alias perempat final.

Tak hanya turnamen dengan skema 7 vs 7, MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 1 2024 juga kembali menyajikan berbagai uji ketangkasan bagi para siswi melalui Skill Challenge berupa dribbling, passing control, three on three, shot on target hingga penalty shot. Kelima tantangan tersebut dihadirkan guna melihat bakat-bakat muda mengenai kemampuan dasar sepak bola. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.