Minim Guru ASN TK, Kudus Bertumpu pada Usulan Formasi Baru Tahun 2025

oleh -168 Dilihat
Foto: ilustrasi

Kudus, isknews.com – Kekurangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di jenjang Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Kudus semakin terasa. Saat ini hanya ada 12 guru ASN yang masih aktif mengajar, sehingga harapan utama untuk menutup kekosongan tenaga pendidik bertumpu pada usulan formasi baru di tahun 2025.

Hal itu diungkapkan Kabid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Arini Budi Utami melalui Subkoordinator Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Fitriani.

Fitriani menjelaskan, empat guru ASN mengajar di TK Negeri Pembina Kecamatan Jati, dua guru di TK Negeri Pembina Kecamatan Gebog, empat guru di TK Negeri Pembina Kabupaten Kudus, dan dua guru di TK swasta.

“Yang empat guru di TK Negeri Pembina Kabupaten Kudus itu saja, dua di antaranya merupakan perbantuan dari TK swasta, dan saat ini masih dalam proses pindah,” terangnya, Kamis (21/8/2025).

Idealnya, dalam satu TK terdapat tujuh tenaga pendidik yang terdiri dari enam guru dan satu kepala sekolah. Namun kondisi tersebut belum bisa diwujudkan di Kudus lantaran belum ada pembukaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru TK.

“Tahun 2024 kemarin kami sudah mencoba untuk mengusulkan formasi PPPK, tapi ditolak oleh sistem,” tambahnya.

Ia berharap, jika ada seleksi pengadaan PPPK tahun ini, Disdikpora Kudus bisa kembali mengusulkan formasi guru TK agar kekurangan tenaga pendidik dapat terpenuhi. Terlebih, jumlah guru yang pensiun juga terus bertambah.

“Tahun ini ada dua guru yang pensiun pada bulan November dan Desember, lalu tahun depan (2026) ada satu guru lagi pensiun di bulan Februari. Jadi memang benar-benar krisis guru TK,” tandasnya.

Sekretaris Disdikpora Kudus, Zubaedi, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus agar pengadaan PPPK mendatang bisa membuka formasi guru TK.

“Nanti akan kami koordinasikan dengan BKPSDM, karena semakin tahun jumlah guru pensiun berdekatan. Supaya kebutuhan guru TK bisa segera terpenuhi,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :