Kudus, isknews.com — Suasana duka menyelimuti GOR Djarum Jati, Kudus, Rabu pagi (25/3/2026), saat mobil yang membawa peti jenazah Michael Bambang Hartono mulai bergerak meninggalkan lokasi menuju Rembang.
Ratusan pelayat tampak berdiri berjajar di sepanjang jalur keluar, memberikan penghormatan terakhir dengan wajah penuh haru.
Sejumlah di antaranya menundukkan kepala, sementara yang lain tak kuasa menahan tangis saat iring-iringan mulai melaju perlahan.
Prosesi pelepasan diawali dengan misa yang berlangsung khusyuk.
Doa-doa dipanjatkan untuk mengiringi perjalanan terakhir sosok di balik kesuksesan Djarum tersebut.
Kerabat dekat almarhum, Haryanto Halim, mengenang Bambang Hartono sebagai pribadi sederhana dan dermawan.
Menurutnya, kesuksesan besar yang diraih tidak mengubah gaya hidup almarhum yang tetap rendah hati.
“Beliau orangnya sangat sederhana dan dermawan. Banyak membantu, termasuk memberikan donasi besar untuk pembangunan sekolah. Tapi tetap hidupnya sederhana,” ujarnya.
Ia juga menyebut almarhum dikenal santai dalam bergaul, namun memiliki pemikiran yang tajam dan pragmatis.
Sosoknya dinilai mampu menjaga keseimbangan antara keberhasilan bisnis dan nilai kemanusiaan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turut menyampaikan duka mendalam.
Ia menilai kepergian Bambang Hartono merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi bangsa.
“Mendiang merupakan sosok yang berjasa besar bagi masyarakat luas, terutama dalam membuka lapangan kerja dan kegiatan sosial,” ungkapnya.
Perlahan namun pasti, mobil peti jenazah meninggalkan GOR Djarum Jati dengan pengawalan kepolisian.
Rombongan keluarga kemudian bertolak menuju Desa Godo, Kabupaten Rembang, untuk melaksanakan prosesi pemakaman.
Kepergian Bambang Hartono meninggalkan duka mendalam, sekaligus kenangan akan sosok sederhana yang memberi dampak besar bagi banyak orang. (YM/YM)









