Momentum Idul Adha Jadi Sarana Perkuat Iman dan Wujud Kehambaan

oleh -1,011 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus (UMK) merayakan Hari Raya Iduladha dengan melaksanakan penyembelihan hewan Kurban sebanyak empat ekor kerbau dan satu ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban tersebut dilaksanakan di Universitas Muria Kudus, Selasa, (18/06/2024).

Ketua Takmir Masjid Darul Ilmi UMK, Zaenal Afifi, S.E., M.Si., Akt. memaknai ibadah Kurban di Hari Raya Iduladha 1445 H/2024 M sebagai wujud kehambaan kepada Allah SWT melalui pengorbanan.

Lebih lanjut, Zaenal Afifi mengungkapkan, berkurban tidak hanya sebagai kegiatan ritual, tetapi juga sebagai sarana memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Diharapkan moment Iduladha ini dapat membangun kebersamaan, kerukunan dan persaudaraan di antara umat muslim khususnya civitas akademika UMK dengan saling berbagi dan menebarkan kebahagiaan,” terangnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono menyampaikan, makna dari pengorbanan ini adalah bukan semata-mata tentang menyembelih hewan. Akan tetapi lebih kepada ketaatan kepada Allah SWT dan kesediaan untuk mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi-Nya.
“Ini merupakan pengingat bagi umat Muslim akan pentingnya kesetiaan, ketaatan, dan pengorbanan dalam hidup mereka,” tutur Rektor.

Selain itu, pelaksanaan kurban ini, khusisnya di Kabupaten Kudus juga menjadi simbol dalam menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Dalam hal ini, yakni menghormati umat Hindu, dengan tidak menyembelih sapi, melainkan kerbau dan kambing.

“Mengulik sejarah mbah sunan (Sunan Kudus) dulu, di mana beliau memerintahkan untuk menghormati umat agama lain khususnya Hindu. Di mana Hindu itu kan mereka menghormati sapi, nah dari bentuk toleransi itu akhirnya untuk masyarakat kudus lebih dianjurkan untuk menyembelih kerbau (serta kambing), bukan sapi,” jelasnya.

Pelaksanaan kurban di UMK, sambung Rektor, sudah dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus melanjutkan tradisi baik ini. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :