Mudahkan Pedagang, Aplikasi LAPAK Dinas Perdagangan Kudus Resmi Dilaunching

oleh -171 kali dibaca
Didampingi Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta, Kepala Dinas perdagangan Kudus, Sudhiharti menunjukkan aplikasi LAPAK di ponselnya. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dinas Perdagangan Kudus resmi melaunching aplikasi Layanan Elektronik Pedagang Pasar Rakyat (LAPAK), Rabu (25/11/2020) di Pasar Bitingan Kudus.

Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta mengatakan, Aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan pedagang pasar dalam mengajukan surat pendasaran (SP) dan perpanjangannya. Membayar retribusi dan bisa menuliskan kritik dan saran langsung dari aplikasi.

Terkait pembayarannya, bisa melalui Sistem Pembayaran Melalui Sistem QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard), Jadi, pedagang tinggal scan barcode saja. Kedepan, aplikasi lapak akan bekerjasama dengan dompet digital juga.

Ia mengharapkan, dengan penggunaan aplikasi ini penerbitan surat pendasaran yang semula membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari bisa dipersingkat menjadi satu hingga dua hari.

Pihaknya terus sosialisasi dan edukasi ke pedagang pasar, namun untuk aplikasi tersebut, kata Harys, baru diterapkan di tiga pasar di Kudus, yakni Pasar Bitingan, Pasar Kliwon dan Pasar Baru. “Baru diterapkan di tiga pasar, dengan alasan ketersediaan fasilitas internet yang memadai di kantor tiga pasar tersebut,” ujarnya.

Haris menambahkan, cara penggunaan aplikasi tersebut pedagang tinggal instal aplikasi dari playstore. Untuk pengajuan pendasaran tinggal upload fotocopy kartu keluar (KK), KTP, foto diri dan kios/los tempat berjualan. Selain itu, fungsi dari aplikasi ini juga bisa untuk melihat tagihan retribusi pedagang dan penyampaian masukan, keluhan dan saran pengelolaan pasar.

Joko Adi penjual Baju di Pasar Bitingan Kudus mengaku sangat bermanfaat dengan hadirnya aplikasi tersebut, “Tidak perlu repot, dalam genggaman bisa dilakukan pembayaran retribusi dan proses lainnya,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas perdagangan Kudus, Sudhiharti mendukung dengan keberadaan aplikasi tersebut. Harapannya bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pedagang. “Bagus karena membantu sekaligus memudahkan pedagang, selain itu menghindari pungutan yang tidak resmi,” jelasnya.

Terkait pedagang yang sering lupa dalam membayar, di aplikasi tersebut sudah ada peringatan alarm-nya, “Jika sudah masa pembayaran dari aplikasi akan berbunyi sendiri sebagai pengingat. Namun, jika masih ada pedagang yang bandel dan malas membayar retribusi akan didatangi petugas,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :