Mulai Marak Penggunaan Besek Untuk Wadah Daging Kurban Gantikan Kantong Kresek

oleh

Kudus, isknews.com – Fenomena penggunaan besek untuk wadah penyaluran daging kurban, mulai ramai digaungkan beberapa pekan terakhir, menindaklanjuti himbuan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menggurangi penggunaan plastik pada momen Idul Adha tahun ini yang meminta penyaluran daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan.

Penggunaan besek dan alas daun pisang atau bahan ramah lainnya pada Idul Adha tahun ini sebagai pengganti kantong kresek atau kantong plastik yang kerap digunakan. Besek dapat digunakan untuk menghindari penggunaan plastik, apalagi plastik yang berwarna hitam.

Sejumlah siswa memasukkan daging kurban ke besek, inisatif
SMP 1 Jati Kudus menggunakan besek bambu yang dilapisi koran sebagai wadah daging kurban pengganti kantong plastik (YM/YM)

Besek diharapkan dapat dipakai berulang-ulang untuk berbagai kebutuhan setelah dicuci bersih. Kondisi demikian akan berbeda bila menggunakan plastik yang sering tidak dibersihkan bahkan dibuang begitu saja setelah satu kali pakai.

TRENDING :  8 Cabang Meriahkan FLS2N SD Tingkat Kabupaten Kudus, Ini Daftar Juaranya

Panitia Penyembelihan Hewan Kurban SMP 1 Jati Kudus, inisatif menggunakan besek bambu yang dilapisi koran sebagai wadah pengganti kantong plastik.

Waka Kesiswaan SMP 1 Jati, Sunaryo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari progam ramah lingkungan yang digalakkan oleh pihaknya.

TRENDING :  Pagelaran Wayang 30 Jam Non Stop Dalam Rangka Peringati Hari Wayang Sedunia

“Ini pertama kalinya bagi sekolah kami. Sebelumnya, kami menggunakan plastik. Tahun ini kami bertekat, untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan. Dan disepakati menggunakan besek,” jelasnya.

Sunaryo mengaku pihaknya sempat dibingungkan saat memilih produk ramah lingkungan untuk pembungkus daging. Yakni menggunakan daun jati atau besek.

“Awalnya mau pakai daun jati. Cuma kalau pakai daun masih dimungkinkan sobek dan darahnya menetes. Sehingga kami pilih pakai besek yang sekiranya lebih aman,” terangnya.

TRENDING :  FKDW Pati Bakal Gelar Festival Jurnalistik di Bukit Pandang

Tak hanya menggunakan besek. Pihaknya juga menggunakan koran bekas sebagai alas daging. Dengan tujuan agar darah yang menempel pada daging terserap oleh koran dan tidak menetes keluar.

Dalam kurban kali ini pihaknya menyembelih dua ekor kerbau dan empat ekor kambing. Hewan kurban ini dibagikan kedalam 800 besek.

Melalui kegiatan ini, Sunaryo mengajak siswa untuk belajar sejarah Idul Adha dan hikmah Kurban. Sekaligus mengajarkan siswanya untuk belajar mencintai lingkungan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :