Museum Goes to School Upaya Membumikan Museum ke Sekolah Sekolah

oleh

Kudus, isknews.com – Museum sebagai wahana edukatif selama ini kurang diberdayakan secara maksimal. Perkembangan museum saat ini seharusnya mampu menjawab tuntutan kebutuhan pengetahuan bagi masyarakat luas bahwa museum bisa menjadi sarana efektif untuk menjadi mitra pendidikan, termasuk untuk kalangan pelajar, mahasiswa dan guru.

Doni Dole pemateri dari Museum kretek Kudus saat dengan “kocak” memberikan penjelasan tentang museum yang dikelolanya dihadapan siswa siswi SMP PGRI disaksikan
Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Kasman Sutiyono, Kepala sekolah
Harry Susilo Kurniawan dan guru pengampu Moh Fais (Foto: YM)

Hal itu disampaikan oleh Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Kasman Sutiyono, disela-sela pelaksanaan program Museum Goes To School atau Museum masuk Sekolah 2019 yang diselenggarakan oleh unit kerjanya dan Museum Kretek Kudus di SMP PGRI Jekulo Kudus, Rabu (24/07/2019).

Menurutnya maksud kegiatan Sosialisasi Museum ini adalah sebagai sarana dalam mengenalkan atau mempromosikan keberadaan Museum dan membumikan musem sebagai mitra pendidikan bagi para pelajar di Kabupaten Kudus

“Agar mereka dapat memanfaatkan keberadaan museum sebagai media pendidikan yang menarik dan menghibur. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah agar para pelajar mengenal lebih baik tentang keberadaan museum terutama dalam hal ini Museum Kretek, baik berkaitan dengan informasi pameran museum dengan koleksi yang dipamerkannya, lokasi museum, fasilitas-fasilitas museum dan lain-lainnya,” ujarnya.

TRENDING :  Seminar Nasional, Sekaligus Sillaturrahmi Para Ilmuwan Indonesia

Melalui kegiatan sosialisasi museum ini diharapkan nantinya dapat membantu penyebarluasan informasi dan juga publikasi akan keberadaan Museum Kretek dan museum peserta lainnya kepada kepala sekolah, guru dan siswa tingkat SD, SLTP dan SLTA di Kabupaten Kudus. Adapun sasaran sekolahannya ada sebanyak 18 sekolah di enam kecematan. Baik itu SD, SMP, dan SMA. yang dibagi dalam 2 bulan road show pelaksanaannya.

” Untuk kunjungannya sendiri sekolah yang akan disambangi punya kriteria tersendiri yaitu berjarak tempuh dari Museum Kretek hingga lima kilometer. Serta sekolah yang jarang berkunjung ke museum akan ia kunjungi. Kegiatan ini dimulai 22 Juli hingga 30 Agustus mendatang,” tuturnya.

Kecamatan tersebut dimulai dari Kecamatan Undaan, Gebog, Kaliwungu, Jekulo, Dawe dan Mejobo. Dengan kunjungan tersebut diharapkan seluruh siswa bisa mengenali sejarah tentang kretek masa silam.

TRENDING :  peringatan Isra'mi'raj Nabi muhammad SAW di MTs NU Raudlatus Shibyan

“Mereka nanti juga mendapatkan kesempatan berkunjung ke Museum Kretek secara tersebut,” ungkapnya.

Dari pantauan media ini saat tim sosialisasi menggelar road show di SMP PGRI Jekulo Kudus, para siswa mendapatkan pelajaran berharga tentang asal mula sejarah kretek yang berkembang di Kudus pada abad ke 19.

Bertempat di ruang kelas kegiatan pengenalan sejarah singkat tentang kretek tersebut diadakan. Sebanyak 25 orang siswa begitu antusias memperhatikan pemateri menyampaikan penjelasnya.

Doni Dole selaku penyampai materi memberikan penjelasan bebagai alat pembuat rokok tradisional. Yang keberadaanya juga bisa disaksikan di Museum Kretek. Dia memaparkan juga, bahawa dulunya rokok kretek digunakan sebagai obat.

“Dulu Haji Djamari menggunakan kretek sebagai obat penyembuh nyeri. Namun berkembangnya waktu kretek banyak diminati dan semakin mendunia,” jelasnya.

Sosok Niti Semito juga dihadirkan pada kesempatan itu. Doni memotivasi para siswa lewat perjuangan Niti Semito terhadap kretek. Kegigihan beliau memperjuangan rokok kretek khas Kudus patut ditiru oleh siswa.

TRENDING :  Calon Siswa SMA dan SMK di Kudus Padati PPDB

Lantaran dengan keterbatasan di tahun 1940 yang bertepatan dengan konflik perang dunia. Dari kperjuangannya tersebut Niti Semito berhasil mencapai kejayaan dan membawa rokok kretek hingga kancah internasional.

“Setelah program ini kami berharap kunjungan dalam satu bulan bisa mencapai 1000 hingga 5000 orang,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP PGRI Jekulo Harry Susilo Kurniawan mengapresiasi kegiatan Museum Goes To School. Dengan demikian bisa meningkatkan pengetahuan para siswanya terhadap kota Kudus. Khusunya rokok kretek.

Dia mengaku pembelajaran diluar kelas sangat dibutuhkan para siswanya. Lantaran bisa meningkat kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar.

“Saya berterimakasih atas digratiskannya berkunjung ke Museum Kretek. Rencannaya kami akan studi ke sana pada Sepetember mendatang,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :