Museum Kretek dan Patiayam Kembali Dapat Kucuran DAK Kemendikbud, Masing-Masing Rp 700 Juta

oleh -706 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dua museum dibawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, yakni Museum Kretek dan Museum Patiayam kembali mendapatkan kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Masing-masing museum mendapat kuncuran anggaran sebesar Rp 700 juta. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk kegiatan-kegiatan non-fisik, seperti sosialisasi dan perawatan untuk museum.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah, menyebut, jumlah anggaran yanh diterima tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Dimana, pada tahun 2021, masing-masing museum mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 600 juta.

“Anggaran DAK ini tidak semua wilayah mendapatkan, hanya beberapa saja, dan Alhamdulillah Kudus bisa dapat lagi,” katanya, Kamis (17/02/2022).

Hal ini karena, lanjut Mutrikah, tahun sebelumnya Kabupaten Kudus dianggap telah menggelar kegiatan yang sangat baik dan banyak melibatkan masyarakat, untuk mengenalkan wisata edukasi museum.

Kemudian, dilihat dari sisi pertanggungjawaban dan dokumentasi juga dinilai sangat bagus dan tepat waktu. Perawatan dan kegoatan yang mendorong agar masyarakat tetap ikut melestarikan museum serta pengembangannya bisa nampak dan berdampak.

“Pengembangan dari museum tersebut juga ada dan masyarakat dilibatkan disitu, termasuk kemarin sasaran kita ada pelajar juga,” tambahnya.

Mutrikah juga menyapaikan, Kudus sudah mendapatkan kucuran DAK dari pusat selama tiga tahun berturut-turut ini. Diharapkan, dengan adanya alokasi anggaran tersebut bisa lebih mengembangkan museum agar dikenal dan dilestarikan bersama oleh masyarakat.

Dan untuk kegiatan tahun ini, Murtikah berencana akan tetap menggelar kegiatan yang mengajak masyarakat dan memberikan edukasi mengenai museum kepada masyarakat.

“Kalau kegiatan tahun ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, nanti ada sosialisasi museum kepada masyarakat dan kunjungan ke museum oleh masyarakat, serta perawatan untuk museum itu sendiri,” ucapnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :