Musim Giling 2024 Dimulai, Kapasitas Giling PG Rendeng 3.000 TCD, Target Produksi Meningkat

oleh -1,544 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Awal giling tebu pertama untuk diolah menjadi gula oleh Pabrik Gula (PG) Rendeng yang berlokasi di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, ditandai dengan pelaksanaan ritual Tradisi Gantingi yang berpuncak dengan prosesi ‘Temanten Tebu’, Kamis (02/05/2024).

Temanten Tebu digambarkan dengan sepasang tebu berkualitas terbaik yang diambil dari kebun terbaik di kawasan operasional PG Rendeng Kudus. Kedua tebu tersebut selanjutnya akan menjadi tebu pertama yang dimasukkan ke mesin penggilingan menandai pelaksanaan giling di PG tersebut.

Dalam prosesi tersebut pasangan ‘penganten tebu laki-laki’ yang diberi nama bernama Bagus Wisnu Nugroho dan diambil dari kebun Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus. Sedangkan ‘penganten tebu perempuan’ bernama Roro Sekar Arum dari kebun Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Dari pantauan media ini, kedua ‘pasangan pengantin’ diarak oleh 23 orang yang dimeriahkan oleh kesenian barongan sebelum dimasukkan ke mesin penggiling bersama puluhan batang tebu lainnya sebagai pengiring. Setelah itu, dilakukan penjamuan kepada tamu undangan.

Sementara itu terkait target giling PG Rendeng, General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hatmoko mengatakan, bahwa pada musim giling 2024 ini pihaknya menargetkan bisa memproduksi sebanyak 20.000 ton gula. Jumlah produksi tersebut naik dari tahun sebelumnya, yakni hanya 15.200 ton gula di tahun 2023.

Temanten Tebu, saat diarak dari arah seberang PG Rendeng untuk diserahkan kepada tim pelaksan produksi dan menjadi tebu pertama yang akan digiling dalam musimm giling 2024 (Foto: YM)

Dikatakannya, musim giling tebu kali ini dimulai pada bulan Mei dan akan berlangsung selama empat bulan atau hingga Agustus 2024. Dalam periode tersebut, menurutnya kapasitas giling yang ada dapat ditingkatkan, terlebih daya dukung lahan tebu atau land bearing capasity yang ada cukup sebagai pasokan BBT. PG Rendeng saat ini memiliki kapasitas giling terpasang 3.000 ton per hari (TCD).

“Harapan kita bisa tembus di atas 7 persen, itu di wilayah binaan kami ada di Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora. Kita bersinergi dengan petani sehingga bisa mensupport pasokan tebu tiap harinya dengan kapasitas 3.000 TCD,” katanya, Kamis (02/05/2024).

Erwin optimis dengan hasil produksi tahun ini akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ini mengingat bahwa dampak el nino yang terjadi tahun 2023, sudah mulai bergeser. Sehingga, diharapkan tebang perdana bisa dimulai akhir Mei 2024 nanti.

“Animo petani kalau penggiling lancar, nanti bisa lebih dini. Suplai tebu ini ada dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.