Musim Panen Tebu Tapi Harga Gula Pasir Masih Mahal, Kok Bisa Ya?

oleh -999 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Petani tebu di Kabupaten Kudus saat ini sumringah, lantaran tibanya musim panen tebu. Hasil kerja keras mereka selama satu musim, akhirnya akan segera mendapatkan hasil dari penjualan tebu.

Namun hal itu berbanding terbalik bagi masyarakat yang lain, terutama para Ibu rumah tangga yang mengeluhkan mahalnya harga gula pasir di saat panen raya tebu sedang berlangsung. Banyak yang mengaku heran kenapa bisa mahal harganya di Kudus yang notabene memiliki pabrik gula sendiri.

Seperti yang dirasakan warga Kirig Siti. Ditemui saat acara pasar murah, Minggu (19/6) dirinya mengaku heran dengan harga gula pasir saat ini yang mencapai Rp 16 ribu per kilogram, padalah sedang musim panen tebu. “Apalagi ini mendekarti lebaran, tentu sangat memberatkan karena kami sangat membutuhkan gula pasir untuk membuat berbagai makanan lebaran,” katanya.

Siti berharap pemerintah secepat mungkin turun tangan mengatasi mahalnya harga gula pasir. Sebab kalau dibiarkan seperti ini terus masyarakat semakin susah saja. “Seharusnya saat panen tebu harga gula pasir bisa murah, tidak seperti sekarang ini. Kami pikir ini aneh, kok bisa ya mahal saat panen raya tebu,” tuturnya.

Makanya, lanjut Siti, ketika diberitahukan ada pasar murah yang menjual gula pasir Rp 12 ribu, kami langsung berbondong-bondong untuk membeli. Untuk yang lain kami kesampingkan, yang penting gula pasir dulu. “Meskipun harga pada naik tapi yang paling terasa harga gula pasir,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang penjual gula pasir Aklis mengatakan, harga gula pasir di tokonya berkisar Rp 15.500 – Rp 16.000 per kilogram. Dirinya mengaku dari penjualannya hanya mendapat untung sedikit saja, karena dari agen sudah tinggi. “Dari agen sudah Rp 15 ribu lebih jadi tipis juga keuntungannya. Kalau dijual di atas itu kasihan masyarakat juga,” ujarnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :