
Kudus, ISKNEWS.COM – Souvenir memang tidak wajib ada di setiap hajat resepsi pernikahan. Namun, souvenir bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.
Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019 mendatang, pengrajin pisau asal Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kudus, Sahri Baedhowi, kebanjiran order.
Ia mengaku akhir-akhir ini banyak pesanan souvenir pisau dari para caleg, “Kurang dari tiga bulan ini memang pesanan berdatangan, ada juga yang sudah jauh-jauh hari sudah pesan,” tuturnya saat ditemui isknews.com, Sabtu (19/1/2019).
Ribuan lebih pisau telah di pesan para caleg. Baik permintaan yang sudah terbungkus dengan gambar dan nama, maupun yang biasa atau polosan. “Jadi si pemesan tinggal sablon nama pada gagang pisau,” jelasnya.
Dikatakan Sahri, Pisau yang di pesan pun bervariasi, namun mereka umumnya lebih tertarik dengan ukuran mini, yakni dengan ukuran panjang 18 cm. Alasannya mungkin lebih simple dan tidak terlalu besar.
Soal harga pun bervariasi, harga jual dari pengrajin ke pedagang dipatok dari mulai Rp1500 (ukuran kecil) hingga antara 10 – 20 ribuan ukuran jumbo.
Harganya bisa naik turun sesuai pesanan, hal itu dikaitkan juga dengan bahan baku, tingkat kesulitan saat penggarapan dan model yang dipilih. “Bahan baku sejauh ini tidak ada kendala, namun terkait permintaan model yang bisa mempengaruhi harga,” ujarnya.
Untuk musim pileg pilpres seperti saat ini, lanjut Sahri, usaha yang digelutinya menambah pendapatan yang “lumayan”. Ia mengaku pesanan para caleg lebih banyak dari luar Kudus dari pada permintaan lokal sendiri. selain itu, Ia juga masih melayani pisau yang lain,” pungkasnya (AJ/YM)






