Kudus, isknews com — Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I periode Muktamar 2022–2027 pada Sabtu, 12 Juli 2025 bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H, bertempat di MI Muhammadiyah Pasuruhan Kudus.
Forum ini menjadi ruang penting bagi konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, serta perumusan strategi dakwah dan penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Dengan mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Kudus Berkeadilan”, Musypimda I diikuti oleh 138 peserta dari jajaran PDA, Badan Pembantu Pimpinan, PCA, PRA, unsur PDM Kudus, dan Angkatan Muda Muhammadiyah.
Ketua PDA Kudus, Eny Alifah Kurnia, dalam pidato pembukaannya menegaskan pentingnya Musypimda sebagai sarana untuk merefleksikan pencapaian organisasi sekaligus menyusun arah gerak strategis ke depan.
Ia menekankan bahwa ‘Aisyiyah harus tampil sebagai kekuatan utama dalam memajukan masyarakat melalui dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
“Musypimda ini bertujuan memetakan potensi dan memperkuat kepemimpinan ‘Aisyiyah Kudus dalam menggerakkan organisasi dari tingkat lokal hingga global,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama dalam forum ini adalah isu ketahanan pangan keluarga.
Materi khusus bertajuk “Ketahanan Pangan Keluarga Menuju Qoryah Thayyibah” disampaikan oleh Dewi Masyitoh, .Wakil Ketua PDA Kudus. Ia mengajak seluruh cabang dan ranting untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan ekonomi keluarga.
“Ketahanan pangan keluarga bukan hanya soal sayuran di pekarangan, tapi bentuk dakwah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan umat,” tegasnya.
Ketua PDM Kudus, KH Noor Muslikhan, yang turut hadir membuka acara secara resmi, mengingatkan kembali spirit dakwah KH Ahmad Dahlan yang berlandaskan surat Al-Ma’un. Ia mengajak ‘Aisyiyah untuk aktif di semua lini kehidupan, dari pendidikan hingga sosial-politik, demi mewujudkan kemaslahatan umat.
Musypimda I juga memuat agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban, pembahasan dinamika organisasi di tingkat cabang dan ranting, serta perumusan program strategis jangka menengah.
Para peserta menyampaikan aspirasi, usulan, dan strategi yang relevan dengan tantangan zaman serta kebutuhan komunitas akar rumput.
Musypimda I ‘Aisyiyah Kudus diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat peran perempuan Muhammadiyah dalam menciptakan masyarakat yang adil, tangguh, dan berdaya. Hasil-hasil dari forum ini akan menjadi arah pijakan gerakan selama periode kepemimpinan hingga tahun 2027. (YM/YM)







