Naik Ojek, Peziarah Wisata Religi Sunan Muria Dimudahkan Dengan Hadirnya Pembayaran Non Tunai

oleh -1.439 kali dibaca
Pimpinan Cabang BRI Kudus Ekwan Darmawan saat mencoba pembayaran non tunai sebelum naik ojek muria. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Untuk memudahkan para peziarah atau pengunjung di kawasan wisata religi sunan muria, BRI Kantor Cabang (KC) Kudus menggandeng pedagang dan ratusan pengemudi ojek untuk mendukung sepenuhnya penggunaan sistem QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Peluncuran QRIS bertempat di Hotel Graha Muria, Jl. Pesanggrahan, Colo, Kecamatan  Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (22/5/2021). Digelar terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pimpinan Cabang BRI Kudus Ekwan Darmawan mengatakan, usai peluncuran QRIS, Ratusan ojek wisata yang tergabung dalam asosiasi angkutan sepeda motor muria (AASMM) secara bergantian (shift) mendapatkan helm dan kalung ID Card lengkap dengan stiker barcode QRIS, Kemudian mereka juga sekaligus mendapatkan  buku tabungan dan ATM BRI.

“Selain buku tabungan dan ATM, pengojek muria kita berikan helm yang sudah kita tempel barcode QRIS, begitu juga dengan kalung ID Cardnya, jadi peziarah sebelum naik ojek bisa scan barcode di helm maupun di kalung id card-nya,” jelasnya saat ditemui isknews.com usai melaunching QRIS.

Masyarakat dapat bertransaksi dengan menggunakan produk pembayaran digital melalui sebuah aplikasi dompet digital seperti Ovo, Go-Pay, Dana, LinkAja, Sakuku, Mandiri Online, I-saku dan lain-lain. Sistem digitalisasi tersebut, kata Ekwan, rencananya bakal kita terapkan pada Ojek di Wisata Religi Sunan Kudus.

Dengan adanya pembayaran non tunai atau cashless, artinya dalam hal ini peziarah dengan pengemudi ojek saat bertransaksi dapat mengurangi kontak langsung (bersentuhan). Selain praktis juga menghindari uang palsu dan meningkatkan budaya menabung.  

“Di masa pandemi Covid-19 ini pembayaran uang tunai, penggunaan ATM, kartu kredit sangat berpotensi dalam penyebaran Virus covid-19, maka QRIS bisa menjadi salah satu solusi metode pembayaran baru untuk merchant. Manfaat yang lain dari QRIS adalah transaksi dapat dilakukan secara cepat, terhindar resiko uang palsu dan meningkatkan budaya menabung. Kesimpulannya penggunaan metode QRIS menjadi lebih tepat, efektif dan efisien di masa pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Sementara, Muhammad Shokib, Ketua Umum asosiasi angkutan sepeda motor muria (AASMM) mengapresiasi dan sangat mendukung program digitalisasi tersebut. Pasalnya, hal itu memang memudahkan peziarah yang ingin membayar ojek dengan dompet digital, terutama kalangan kaum milenial yang syarat dengan gaya hidup praktis.

Pihaknya mengaku sangat berterima kasih dengan adanya trobosan baru ini. Tentunya lebih memudahkan para peziarah. “Hadirnya QRIS ini bisa lebih praktis, nyaman, aman dan untuk menghindari potensi uang palsu,” ujarnya.

Terkait adanya kendala pengoprasiannya, dia mengaku wajar di awal-awal dan itu hanya beberapa pengojek terutama yang belum melek dengan teknologi maupun perbankan,

“Karena belum terbiasa saja dan perlu adaptasi memang, wajar karena system digitalisasi itu tergolong baru bagi sebagian orang (pengojek) dan aku yakin adaptasinya tidak lama kok,” terangnya.

Diketahui, jumlah anggota AASMM semuanya sekitar 440 pengojek, dan hadirnya QRIS sebagai pelengkap dan tentunya memberikan keuntungan baik pengojek maupun penumpangnya.

“Semoga dengan hadirnya QRIS, ojek muria lebih semangat, disiplin, dan tertata keuangannya. Terlebih soal keamanan safety harus diutamakan,” harap Sokib.

Terpisah, Yanto, salah satu pengunjung sekaligus pemakai jasa ojek muria mengaku sangat terbantu dengan hadirnya pembayaran non tunai itu. “Karenanya, hanya tinggal sediakan aplikasi dompet digital di HP, men scan barcode, ikuti langkah yang ada dan pembayaran beres,” ungkapnya.

Selain itu juga tidak perlu repot meminta uang kembalian, “Tanpa meminta uang kembalian, jadi praktis,” tandasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :