Nama Jayus Disebut Sebagai Calon Kuat Pimpin PAN Jateng

oleh -524 views
Dr H Jayus, Fungsionaris PAN Jawa Tengah (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah dijadwalkan akan menggelar Muswil 16 Februari mendatang. Dengan salah satu agenda yakni pemilihan formatur yang akan mengerucut pada penetuan ketua DPW PAN Jateng periode 2020-2025.

Pelaksanaan Muswil yang penjadwalannya diundur beberapa kali ini diharapkan mampu kembalikan perolehan kursi partai yang turun drastis melalui sejumlah pembenahan yang komprehensif.

Ditemui di kantor perusahaannya, Jayus mantan anggota DPRD Jawa Tengah yang kini sibuk mengurusi bisnis usahanya, oleh sejumlah kadernya disebut-sebut sebagai calon kuat ketua DPW PAN Jawa Tengah.

Sejumlah DPD PAN di tingkat Kabupaten bahkan diketahui telah memberikan surat dukungan resmi kepada doktor ilmu sosial lulusan Undip yang hingga kini masih menduduki jabatan struktural di PAN Jateng untuk menjadi formatur.

“Siapapun calon formatur yang terpilih menjadi Ketua DPW pada Muswil mendatang, mempunyai pekerjaan rumah yang berat,” kata dia, Selasa (12/01/2021).

Salah satu calon formatur dari 23 yang akan diajukan, mengaku tugas berat yang dimaksud yakni membenahi kelemahan partai. Pejabat dua kali periode legislatif di tingkat DPRD Kudus dan dua periode DPRD Jateng, menyebut persoalan sumber daya manusia, perekrutan, pengelolaan partai dan penggalangan dana menjadi kunci keberhasilan partai ke depan.

”Kelemahan pada hal tersebut yang harus dibenahi,” katanya.

Jayus menyebut 23 calon formatur yang akan dipercaya menjadi Ketua DPW mempunyai kemampuan yang sama. Pemilihan dilakukan secara musyawarah dan mufakat, menghindari voting. Tujuannya, tidak ada pihak yang merasa dikalahkan.

Sejumlah beban akan tetap disandang oleh ketua terpilih nantinya. Dari menurunnya jumlah kursi dewan di Jawa Tengah baik untuk provinsi maupun pusat hingga konflik internal di level nasional yang berpengaruh ke daerah.

“Bandingkan saja jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendapatkan delapan dari 100 kursi dan Pemilu 2019 lebih sedikit yakni enam dari 120 kursi,” tuturnya.

Kemudian kursi di DPR RI, dari Jateng PAN juga tidak mendapatkan apa-apa pada Pemilu 2019.

“Artinya, tidak ada satu pun anggota DPR RI Fraksi PAN dari 77 dewan terpilih dari Jateng,” ungkapnya.

mengingat saat sekarang masih memasuki masa pandemi. Menurut Jayus, hal penting yang akan dilakukannya yakni merawat konstituen tradisional PAN (warga Muhammadiyah) sebagai captive market-nya.

Jika mampu menangkap kehendak umum warga Muhammadiyah dan diaktualisasikan dalam proses akuntabilitas melalui agregasi dan artikulasi dalam kebijakan publik, terlepas berhasil atau tidak, pemilih tradisional tersebut tidak akan pergi.

Belum lagi hadirnya Partai baru besutan pendiri PAN Aien Rais seusai konflik di Kongres PAN di Kendari.

“Selama belum ada penetapan dan pengakuan dari pemerintah terhadap kehadiran Partai baru tersebut, saya menganggap belum ada yang perlu dikhawatirkan kemungkinan berpindahnya kader. Kan syarat terbentuknya Partai itu melalui banyak syarat yang berat, dua partai besar saja ada yang tak lolos parliamentary threshold,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :