Natsir Dan Joko Sutanto Resmi Dilantik Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Demak 2016-2021

oleh -1,554 kali dibaca

Semarang – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP resmi melantik Bupati-Wakil Bupati Demak terpilih HM Natsir-Joko Sutanto di gedung Ghradika Bhakti Praja, Rabu (4/5). Mereka akan menjalani masa jabatan 2016- 2021, dalam acara tersebut juga dilantik Bupati – Wakil Bupati Sragen terpilih, Dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati – Dedy Endriyatno,.

Prosesi pelantikan kepala daerah dilanjutkan dengan pelantikan ketua tim penggerak PKK oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Mereka yang dilantik adalah Hj Suntari Natsir sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Demak dan Retno Susanti Dedy Endriyatno sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Sragen.

Suasana pelantikan sempat riuh usai MC menyampaikan acara berikutnya menyanyikan lagu Mars PKK. Sejumlah tamu undangan langsung menyoraki. Padahal Mars PKK dinyanyikan karena pelantikan kepala daerah bersamaan dengan pelantikan Ketua TP PKK.

Hal tersebut menuai reaksi keras Gubernur Ganjar Pranowo. Pada awal samburtan dia menyatakan tersinggung dengan sorakan menjelang Mars PKK dinyanyikan. Tindakan itu dinilai tidak memedulikan gerakan PKK.

“Tadi saya agak tersinggung karena waktu menyanyi Mars PKK disoraki. Kelihatannya nggak peduli. Pak Bupati, Bu Bupati, nanti yang ketawa-ketawa itu perintah suruh belajar PKK,” pintanya.

PKK itu, imbuh gubernur, gerakan yang dahsyat. Jika sepuluh programnya diikuti dan dikerjakan satu per satu, akan bisa menyelesaikan seluruh urusan.

“Program yang pertama itu Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Artinya negeri yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, dan ber-Pancasila itu ideologinya clear. Selesai. Kalau ada yang mencoba menawar, nggak bisa. Maka kalau kita bicara radikalisme, ruangnya secara konstitusi sudah tidak diberikan lagi,” jelasnya.

Dalam sepuluh program pokok PKK juga dibahas mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan, menjaga lingkungan, hingga pentingnya berkoperasi. Ganjar berpendapat gerakan PKK sangat diperlukan karena bisa memberikan sosialisasi apa pun hingga tingkat keluarga.

“Ibu-ibu PKK saya terima kasih. Gaji nggak ada, kerja jalan terus. Luar biasa,” pujinya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Bupati Demak dan Sragen. Terutama masalah kemiskinan karena kemiskinan di dua daerah itu termasuk tinggi, masing-masing 14,60 persen (Demak), dan 14,87 persen (Sragen). Selanjutnya adalah reformasi birokrasi, khususnya di bidang pelayanan.

“Kita harus melakukan revolusi mental. Direpresentasikan tiga kata dalam kontek pelayanan. Mudah, murah, cepat. Sikat habis pungli karena menyakitkan hati rakyat,” tandasnya.

Untuk masalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta demam berdarah, Ganjar meminta agar menggandeng PKK untuk melakukan intervensi. Dia bahkan mengusulkan, jika ada kasus AKI, AKB, dan demam berdarah, kepala daerah memberikan sanksi kepada lurah atau camat. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :