Ngabuburit Ala Santri Ramadhan PSKQ Kudus, Manfaatkan Alam Terbuka Lukis Kaligrafi Bersama

oleh -651 kali dibaca
Terlihat sejumlah santri PSKQ Kudus sedang asyik melukis kaligrafi di alam terbuka. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com– Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengisi waktu Ngabuburit, menunggu bedug adzan maghrib tiba. Seperti yang dilakukan puluhan santri Ramadhan di Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Modern di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus Jawa tengah.

Pemandangan berbeda terlihat saat sejumlah remaja putra dan putri yang terdaftar dalam santri pasaran (kegiatan belajar selama Ramadhan) membawa media Kanvas dan peralatannya menuju sebuah tanggul dekat pematang sawah yang letaknya tidak jauh dari lokasi pondok.

Pantauan isknews.com dilokasi, pada Minggu (2/5/2021) sore, serunya Santri pasaran Ramadhan 1442H PSKQ Modern Kudus Jateng melaksanakan lukis kaligrafi kontemporer, sambil menikmati udara sejuk.

Santri dari berbagai daerah di Indonesia itu tampak konsentrasi di hadapan kanvas. Goresan kuas yang telah dicelup ke dalam cat pada kanvas membentuk lukisan kaligrafi yang sarat akan nilai seni. Seperti mengekspresikan tulisan Eid Mubarok, Hari Raya, tulisan Allah-Muhammad hingga penggalan lafadz ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Hadist.

Para santri mengaku senang belajar kaligrafi kontemporer atau menulis indah huruf arab di alam terbuka. Menurut para santri selain bisa belajar lebih dalam tentang kaligrafi, hasil karyanyapun cukup memuaskan.

“Belajar kaligrafi di alam terbuka lebih tenang dan biasanya hasilnya juga insyaAllah jauh lebih bagus,”. Kata Ahmad Khotibul Umam asal Banten, yang melukis kalimat kaligrafi Muhammadurrosulullah.

Senada dengan Muhammad Arfian Saputra (15 tahun), menurutnya belajar kaligrafi di alam terbuka menarik, selain ngaji kitab kuning tentunya.

“Pokoknya ini kegiatan yang paling saya sukai dan bermanfaat, soalnya bisa sambil ngabuburit tidak terasa saat menunggu waktunya buka puasa,” ucap remaja dari Lumajang Jawa Barat itu.

Sementara Pengasuh PSKQ Modern Kudus, Muhammad Assiry memang melukis di alam terbuka menjadi agenda rutin santri pasaran tiap tahunnya, pihaknya beralasan agar para santrinya bisa lebih berkreasi dengan ide-idenya dan dapat terinspirasi oleh pemandangan alam berupa bentangan sawah atau ladang yang masih asri dan nyaman.

“Ramadhan tahun ini ada 50 santri Pasaran, terjauh dari NTB, Pangkal pinang, dan luar jawa lainnya,” tuturnya.

Assiry sangat memberikan ruang gerak yang bebas bagi para santrinya untuk mengekspresikan diri. Suasana dan pemandangan yang indah itu dimanfaatkan para Santri Pasaran Kaligrafi PSKQ Modern dengan ngabuburit kaligrafi beramai –ramai, tentunya dengan menaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Semoga kampung Kaligrafi Indonesia terus memberikan efek positif bagi masyarakat undaan dan warga Kudus khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.”Saya berharap, semoga kampung kaligrafi PSKQ menjadi kiblat dan mercusuar kaligrafi dunia,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :