Masyarakat Desa Gondosari, Kecamatan Gebog memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan Ramadan tahun ini. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Mutiara Desa menyulap lapangan desa menjadi lokasi Kampung Ramadan.
Kampung Ramadan hadir yang setiap hari selama bulan suci ini disambut antusias warga. Terlihat sejak pukul 16.00, warga mulai memadati Kampung Ramadan yang berlokasi di sebelah selatan Kantor Kecamatan Gebog. Sambil ngabuburit, warga dapat berbelanja hingga menikmati hiburan di Kampung Ramadan ini.
Ketua Pokdarwis Mutiara Desa Dasa Susila mengatakan, Kampung Ramadan digelar untuk kembali membangkitkan perekonomian warga Desa Gondosari. Pihaknya menyediakan puluhan lapak untuk para pelaku UMKM secara gratis.
“Kampung Ramadan adalah ruang yang kami sediakan bagi pelaku UMKM untuk dapat menjajakan dagangannya. Tempat kami sediakan gratis. Selain itu Kampung Ramadan juga ruang untuk ngabuburit,” kata pria berkacamata ini.

Pada hari pertama pembukaan Kampung Ramadan ini tercatat ada dua puluh lima UMKM yang menggelar dagangannya di lapak Kampung Ramadan. Berbagai macam produk yang ditawarkan mulai dari takjil, pakaian, jilbab, kue kering hingga buah-buahan hasil kebun warga.
“Kami juga siapkan panggung untuk pentas seni setiap harinya. Jadi masyarakat bisa ngabuburit dengan menyaksikan pertunjukan dari pemuda pemudi Desa Gondosari,” tambahnya.
Pada hari pertama, warga dihibur sejumlah penampilan seni dari pemuda Desa Gondosari. Mulai dari fashion show, marching band, tari, hingga pentas musik.
Camat Gebog Bambang Gunadi mengapresiasi ide kreatif dari Pokdarwis Mutiara Desa berserta para pemuda di Desa Gondosari. Kampung Ramadan menjadi kegiatan positif yang dapat meningkatkan perekonomian desa.
“Semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan warga dengan sebaik-baiknya. Dapat membangkitkan pemuda untuk berkreasi,” katanya usai membuka Kampung Ramadan sore tadi.
Kegiatan Kampung Ramadan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Seperti Pemerintah Kecamatan Gebog, Pemerintah Desa Gondosari, Karang Taruna Sari Utomo, GP Ansor Gondosari, hingga PR Sukun. (AS/YM)







