Nobar Skakmat : Film Action Ini Berbeda  dengan Film Action Lain

oleh -946 kali dibaca
Pemain Film Skakmat yang hadir di acara Nonton Bareng di Platinum Cineplex Hartono Mall

Surakarta, isknews.com – Film Skakmat yang mulai tayang pada 26 November 2015 bergenre action dengan dipadukan komedi membuat film ini berbeda dengan film action lainnya. Cerita yang ditulis oleh Salman Aristyo dan disutradarai oleh Ody C Harahap ini mengangkat cerita tentang seorang lelaki bernama Jamal yang berprofesi sebagai tukang ojek dan hobi main catur di kampungnya. Karena hidup Jamal yang tak kunjung berubah, ibu Jamal mengancamnya untuk mengambil jatah tanah warisannya untuk diberikan ke sepupunya jika Jamal tidak kunjung merubah nasib hidupnya.

 

Dari sinilah Jamal berusaha bagaimana pun harus menyanggupi kemauan ibunya, hingga dia disuruh mengantarkan Dito (Dony Alamsyah) seorang kurir heroin untuk menemui Bos Tanah (Cecep Arif Rahman) dan Si Jamal ini ditawari sejumlah uang yang cukup besar. Sepintas sinopsis dari film Skakmat, ada hal menarik di film ini, selain menampilkan action, sang penulis juga menampilkan sisi komedi difilm ini.

 

Kemarin (Jum’at, 4/12) para pemain Film Skakmat diantaranya, Donny Alamsyah, Tanta Ginting, Cecep Arif Rahman dan pengisi soundtrack film ini yaitu Virzha diundang ke Platinum Cineplex Hartono Mall untuk Nonton Bareng film Skakmat ini. Antusiasme dari penonton sangat besar ketika para pemain datang ke Platinum Cineplex. Penonton sekaligus penggemar dari pemain – pemain film Skakmat ini langsung menyerbu pemain untuk foto bersama. Terutama Virza pengisi Soundtrack film ini, karena Virzha yang sekarang ini sedang naik daun di ranah hiburan Indonesia jadi penggemarnya di Indonesia pun makin bertambah, tak terkecuali di Kota Solo.

 

Saat salah satu pemain yaitu Cecep Arif Rahman diwawancara isknews.com mengatakan, “Film ini memang berbeda dari film – film action yang pernah saya mainkan, selain saya berfokus pada koreografi saya dalam melakukan aksi, saya juga harus memperhatikan dialog yang di sini bersifat komedi. Ini pertama kalinya saya memainkan peran seperti ini, menarik dan menjadi pelajaran serta pengalaman bagi saya pribadi” ujar Kang Cecep.

 

Film ini memang menjadi tantangan bagi aktris yang belum pernah memerankan komedian, selain Kang Cecep, Dony Alamsyah pun baru pertama kali memainkan peran seperti di film ini.  “ saat saya memerankan peran difilm ini saya banyak berdiskusi dengan sutradara, saya memang mengikuti arahan dari dia, karena ini pertama kalinya bagi saya untuk memerankan peran yang menurut saya juga menarik seperti ini” Ujar Dony.

 

“Kendala yang ditemukan ketika pembuatan film ini lebih ke set tempatnya karena para pemain harus melakukan adegan berkelahi di  gang sempit yang lebarnya kurang dari 1 meter dan itu dilakukan sebanyak 3 pemain”, tambah Dony.

 

Lokasi yang dipilih memang cukup sulit untuk pemain, biasanya lokasi untuk adegan berkelahi di lapangan yang luas, namun di film ini dipilih gang sempit, metromini dan ruang ,mesin pada kapal. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pemain. Pengambilan lokasi yang dianggap cukup sulit ini merupakan salah satu tujuan dari sang sutradara, karena ingin memperlihatkan sesuatu yang berbeda di film Skakmat, dan menjadi daya tarik dari film Skakmat itu sendiri.

 

Proses pembuatan film yang memakan waktu 8 bulan ini membuat para pemain lebih maksimal dalam memerankan perannya karena para pemain juga diberi waktu untuk latihan koreografi untuk adegan perkelahian dan adegan – adegan lain yang harus membutuhkan persiapan khusus, namun untuk proses  syutingnya hanya memakan waktu 1 bulan saja. Pengambilan lokasi sendiri ada di Jakarta, karena di latar ceritanya  sendiri menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda Betawi yang tinggal di Jakarta.

 

Film yang unik dan menarik untuk ditonton, selain menegangkan karena actionnya juga membuat tertawa karena komedinya.

 

Amalia Zulfana

KOMENTAR SEDULUR ISK :