Kudus, isknews.com – Kesadaran masyarakat terhadap dampak limbah pascakonsumsi terus didorong melalui berbagai inisiatif kreatif. Salah satunya dilakukan oleh PT Nojorono Tobacco International melalui gerakan #PuntungBeruntung yang kini memperluas titik pengumpulan puntung rokok di sejumlah kota sebagai upaya mengubah perilaku publik dalam mengelola sisa konsumsi pribadi.
Program yang telah berjalan sejak 2023 ini memasuki tahun kelima pada 2026 dengan menambah titik pengumpulan baru di berbagai lokasi strategis. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas KICKYOURBUTT guna memperluas partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah puntung rokok secara bertanggung jawab.
Head of Corporate Communications PT Nojorono Tobacco International, Eliza Susanto, menjelaskan bahwa penambahan titik pengumpulan bertujuan menumbuhkan kesadaran publik akan pentingnya bertanggung jawab atas produk pascakonsumsi. Melalui pendekatan kreatif dan visual yang menarik, diharapkan gerakan ini dapat memicu perubahan perilaku masyarakat melalui tindakan sederhana namun berdampak luas.
Project Manager KICKYOURBUTT, Arya Adhi Nugraha, menambahkan bahwa hingga kini fasilitas khusus untuk membuang puntung rokok masih sangat terbatas. Karena itu, kehadiran wadah khusus yang disebut butt collector diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong masyarakat agar tidak lagi membuang puntung rokok sembarangan.
Sejak 2025, kolaborasi ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 66 kilogram puntung rokok yang kemudian diolah menjadi ratusan produk kreatif bernilai guna. Inovasi ini menunjukkan bahwa limbah pascakonsumsi masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan yang tepat.
Saat ini, butt collector berjumlah 55 unit yang tersebar di 34 titik di wilayah Jabodetabek, Kota Bandung, Kota Semarang, hingga Kabupaten Kudus. Sejumlah lokasi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat antara lain Kopimana di Jakarta Selatan, Rumah Kopi Iro di Cirendeu, Brookland Coffee di Jakarta Selatan, Emily Listening Space di Depok, serta Kozi Coffee di Bandung.
Melalui perluasan jaringan titik pengumpulan tersebut, gerakan #PuntungBeruntung diharapkan tidak hanya menjadi kampanye lingkungan, tetapi juga ruang partisipasi publik dalam menciptakan kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap pengelolaan limbah pascakonsumsi. Informasi mengenai lokasi butt collector dapat diakses melalui akun Instagram @puntungberuntung. (YM/YM)






