Nongkrong di Warung Lima Pelajar Digaruk Petugas Gabungan

oleh
Foto: Lima pelajar SMP dan SMA diangkut ke Mapolsek Batangan karena kedapatan bolos, Selasa (03-04-2018) kemarin. (istimewa).

Pati, ISKNEWS.COM – Petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Batangan, Trantib Kecamatan Batangan, perangkat desa serta warga Desa Batursari, mengamankan lima pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Batangan, karena kedapatan membolos.

Sebuah warung kopi di Desa Batursari, Kecamatan Batangan didatangi petugas gabungan dari Polsek Juwana, Koramil, Trantib, perangkat desa dan warga Desa Batursari, pada Selasa (03-04-2018). Pasalnya, dari laporan warga, warung kopi tersebut sering dijadikan tempat membolos sejumlah pelajar SMA dan SMP.

Dari razia itu, petugas gabungan mengamankan lima orang pelajar SMP dan SMA yang sedang membolos pada jam sekolah. Kelimanya kemudian digelandang ke Mapolsek Batangan.

TRENDING :  Jelang Pilkada, Kapolres Pati Ingatkan Netralitas Anggota Polri

Kapolres Pati, AKBP. Uri Nartanti Istiwidayati, melalui Kapolsek Batangan, AKP. Endah Setianingsih, membenarkan anggotanya merazia sejumlah pelajar yang sedang nongkrong di warung kopi pada saat jam sekolah.

“Dalam giat penertiban dan pembinaan yang dipimpin Wakapolsek Batangan, tim gabungan mengamankan lima pelajar yang membolos. Mereka kami bawa ke Mapolsek, kemudian didata identitasnya. Kami juga mengundang pihak sekolahan dan orang tua masing-masing,” terang Endah saat dihubungi, Rabu (04-04-2018).

TRENDING :  Kedapatan Jual Mihol, Penjual Pura-pura Kejang

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari masukan masyarakat, yang mengeluhkan banyaknya pelajar yang nongkrong di warung kopi pada saat jam pelajaran berlangsung.

“Para pelajar ini kami berikan pembinaan dengan maksud agar mereka lebih disiplin, dan mengutamakan pendidikan. Karena apapun alasannya, bolos sekolah akan merugikan diri sendiri dan orang tua mereka,” papar Endah.

TRENDING :  Rp 46,9 Miliar Untuk THR 10.961 ASN di Kabupaten Pati

Setelah dilakukan pendataan identitas, di hadapan petugas, guru dan orang tua mereka, kelima pelajar tersebut membuat dan menandatangani surat pernyataan yang intinya tidak akan mengulang tindakan bolos sekolah.

“Setelah menandatangani surat pernyataan, mereka kami serahkan kepada orang tua dan guru masing-masing untuk melakukan pembinaan lebih lanjut.” pungkas Endah. (IN/RM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :