Obati Luka Psikologis Anak, Pemkab Kudus Hadirkan Therapy Healing di Pengungsian

oleh -241 Dilihat
Foto: Pemkab Kudus

Kudus, isknews.com – Dampak banjir tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak. Untuk membantu memulihkan kondisi mental para pengungsi cilik, Pemerintah Kabupaten Kudus menghadirkan kegiatan therapy healing di sejumlah posko pengungsian.

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton di Aula DPRD Kudus dan Balai Desa Jati Wetan, Senin (19/1/2026) malam, sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah warga terdampak.

Therapy healing dilaksanakan dengan pendampingan psikolog klinis serta tenaga kesehatan dari RSUD dr. Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu Kudus. Anak-anak diajak mengikuti aktivitas bermain, mewarnai, hingga permainan edukatif untuk membantu mengurangi rasa cemas dan kebosanan selama berada di pengungsian.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melalui Wakil Bupati Bellinda Birton menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya pada aspek mental dan emosional pengungsi.

“Hari ini kami menghadirkan psikolog klinis dari RS Mardi Rahayu. Anak-anak diberikan kegiatan positif, sementara orang dewasa juga kami ajak beraktivitas agar tidak jenuh selama di pengungsian,” ungkapnya.

Menurut Bellinda, pendampingan psikolog sangat penting dilakukan sejak dini agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat peristiwa banjir yang mereka alami.

“Kami ingin anak-anak tetap ceria meskipun berada di pengungsian. Dengan pendampingan psikolog, harapannya trauma bisa dicegah sejak awal,” jelasnya.

Selain pemulihan psikologis, Pemerintah Kabupaten Kudus juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap tercukupi, mulai dari layanan kesehatan hingga konsumsi harian.

“Kami terus memantau kondisi pengungsi agar pelayanan kesehatan, makanan, dan logistik lainnya tersedia dengan aman,” lanjut Bellinda.

Terkait kebutuhan tambahan, ia menyebut masih terdapat kekurangan pakaian ganti bagi para pengungsi. Pemerintah daerah berencana segera menindaklanjuti dengan penggalangan donasi pakaian layak pakai.

“Keluhan yang masih muncul adalah keterbatasan baju ganti, dan hal itu segera kami respons dengan distribusi bantuan tambahan,” katanya.

Sementara itu, kondisi kesehatan pengungsi hingga kini dilaporkan relatif stabil. Wakil bupati pun mengapresiasi peran tenaga medis yang terus siaga melayani warga terdampak banjir.

“Kami berterima kasih kepada puskesmas dan rumah sakit yang bergerak cepat. Setiap keluhan kesehatan langsung ditangani agar masyarakat tetap aman,” pungkasnya.

Melalui program therapy healing ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk hadir secara menyeluruh dalam penanganan bencana, tidak hanya memulihkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan mental masyarakat hingga situasi kembali normal.Obati Luka Psikologis Anak, Pemkab Kudus Hadirkan Therapy Healing di Pengungsian

Melalui program therapy healing ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk hadir secara menyeluruh dalam penanganan bencana, tidak hanya memulihkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan mental masyarakat hingga situasi kembali normal. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :