Objek Wisata Kudus ini Mulai Dibuka, Pengunjung Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

oleh
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bergas C Penanggungan bersama staff nya saat meninjau kesiapan pembukaan taman krida, Kamis (6/8/2020).

Kudus, isknews.com – Objek wisata taman krida wisata dan taman wisata Colo mulai dibuka Jumat (7/8/2020). “Ya, Taman Krida Wisata dan Taman Wisata Colo siap dibuka kembali,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bergas C Penanggungan, saat meninjau kesiapan pembukaan taman krida bersama wartawan, Kamis (6/8/2020).

Di Taman Krida sendiri terpantau telah dipasang sebanyak 30 rambu dan 7 tempat cuci tangan disediakan di sejumlah titik, dan pihaknya juga menyiapkan petugas pengingat. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung tetap terjaga dan aman dari paparan Covid-19.

Bergas ingin kenyamanan dan keamanan lebih diutamakan. Kepada pengunjung, lewat rambu-rambu tersebut pihaknya mengimbau agar  pengunjung wisata menerapkan protokol kesehatan, yakni selalu memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

Sementara Kepala UPTD Pengelola Taman Wisata Colo, Wagiman Sutrisno juga telah menyiapkan sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan, penataan dilingkungan penginapan Graha Muria, portal masuk baik yang berada di barat dan timur, terminal bus pariwisata dan juga di Taman Ria.

Selain dengan satgas, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kades Colo. Selain itu juga melakukan pemberlakuan kembali penarikan retribusi karcis masuk sesuai dengan surat dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.

Dikatakan Wagiman, para pedagang, tukang ojek dan pengelola penginapan serta pengelola parker turut dilibatkan dalam mensukseskan di bukanya kembali tempat wisata. Dalam sosialisasi itu, Kepala Disbudpar Kudus terjun langsung memberikan arahan.

“Penerapan protokol kesehatan menjadi mutlak dan wajib dilaksanakan. Contohnya jika sebelumnya penginapan mampu menampung 20 orang maka harus dikurangi hanya untuk 10 saja,” bebernya.

Pihaknya lanjut Wagiman juga membuat garis batas bagi para pedagang yang biasanya berjualan dijalanan dibawah Graha Muria.  Sedangkan untuk para peziarah di makam Sunan Muria dibatasi sampai jam 9 malam. “Mereka dipersilakan datang pada pagi hari jam 6 sampai jam 9 malam,” pungkasnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :