OJK: Kinerja Perbankan Diprediksi Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh -147 Dilihat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Nasional, isknews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan bahwa kinerja industri perbankan nasional akan tetap solid hingga akhir tahun 2025. Optimisme ini tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025 yang dirilis pada Jumat (22/11/2025).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa survei yang dilakukan pada Oktober 2025 tersebut melibatkan 102 bank dengan total aset mewakili 99,25 persen dari keseluruhan aset bank umum di Indonesia per September 2025. Hasilnya menunjukkan keyakinan kuat para responden terhadap stabilitas dan prospek positif sektor perbankan di tengah dinamika ekonomi nasional.

Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar 66, berada di zona optimis. Ekspektasi membaiknya kondisi makroekonomi domestik menjadi pendorong utama optimisme responden, seiring keyakinan bahwa perbankan mampu mengelola risiko secara efektif.

Kondisi Makro Diproyeksikan Membaik

Prediksi pulihnya kondisi ekonomi turut tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) yang naik ke level 63, kembali ke zona optimis. Proyeksi ini ditopang oleh ekspektasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi seiring penurunan BI Rate serta penguatan nilai tukar Rupiah.

Menjelang akhir tahun, konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat karena momentum Natal dan Tahun Baru. Stimulus 8+4+5 dari pemerintah juga diyakini mampu mendongkrak daya beli dan aktivitas ekonomi. Namun demikian, peningkatan konsumsi diprediksi turut mendorong kenaikan inflasi.

Risiko Perbankan Tetap Terkendali

Mayoritas responden SBPO menilai risiko perbankan pada triwulan ini masih berada dalam batas aman. Hal ini tercermin dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57, juga berada pada zona optimis. Responden meyakini kualitas kredit terjaga dengan baik, sementara Posisi Devisa Netto (PDN) tetap berada pada level rendah dan aman.

OJK mencatat bahwa net cashflow perbankan memang diproyeksikan menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Meski demikian, peningkatan cash outflow saat akhir tahun dinilai wajar karena meningkatnya penarikan dana untuk operasional nasabah dan belanja pemerintah daerah.

Ekspektasi Kinerja 2025 Menguat

Optimisme terhadap kinerja perbankan semakin kuat dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) mencapai 78. Responden memperkirakan kredit akan bertumbuh seiring meningkatnya permintaan dan agresivitas bank dalam mendorong ekspansi pembiayaan melalui pipeline yang telah disiapkan.

Sektor industri pengolahan menjadi penggerak utama, mencatat pertumbuhan 8,64 persen (yoy) pada September 2025. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian, serta pengangkutan dan pergudangan yang masing-masing tumbuh 19,15 persen dan 19,32 persen (yoy), turut diyakini menjadi motor pendorong kredit.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan tumbuh sejalan dengan upaya bank menjaga likuiditas dan mempersiapkan sumber pendanaan untuk ekspansi pembiayaan.

Target RBB 2025 Diprediksi Tercapai

Dalam survei ini, OJK juga menghimpun informasi mengenai proyeksi pencapaian target Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2025. Mayoritas bank optimistis bahwa target kredit dan DPK dapat tercapai di tengah situasi ekonomi yang terus membaik.

OJK menegaskan bahwa SBPO menjadi alat penting untuk memetakan persepsi industri terhadap kondisi ekonomi, risiko, serta arah bisnis perbankan. Dengan tingkat akurasi historis yang tinggi, hasil survei ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan strategis bagi penguatan sektor keuangan nasional. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :