Omzet Turun Drastis Dampak Penyekatan PPKM Darurat, Pelaku Usaha Butuh Solusi

oleh -762 kali dibaca
Salah seorang pembeli sedang bertransaksi di Moeria Cafe Kudus. (Aris SofIyanto/ISKNEWS.COM)


Kudus, isknews.com – Pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sampai dengan 20 Juli 2021 mendatang dan bisa jadi pelaksanaanya diperpanjang. Berbagai penyekatan di jalur masuk propinsi dan kabupaten dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat. Termasuk sejumlah jalan protokol di Kudus tak luput dari penyekatan.

Kebijakan tersebut nampaknya membuat masalah baru dan dampak yang sangat luas, termasuk imbasnya juga dirasakan pemilik usaha.

Pengelola Susu Moeria Cafe, Feliciana Natali Yuwono (30), salah satu diantara pelaku usaha yang merasakan dampak dari penyekatan tersebut, “Sebetulnya kita sangat mendukung dari kebijakan tersebut, namun saya mohon pada pemerintah agar beri solusi yang tepat dan kalau bisa jangan diperpanjang masa PPKM daruratnya karena akan menambah permasalahan baru yakni pengurangan karyawan, kami cukup patuh dengan prokes kesehatan pemerintah supaya pemilik usaha yang terkena dampak juga masih bisa tetap beroperasi,” ujarnya ditemui isknews.com Rabu (14/7/2021).

Dua hari di awal penyekatan, kata Felic, dampaknya luar biasa dan omzet turun drastis. Diketahui, keberadaan susu moeria berada di Jalan Pemuda, dimana penyekatan terjadi di perempatan sleko atau arah menuju simpang tujuh Kudus, jadi praktis jalan yang biasanya dilalui konsumen susu moeria tidak bisa masuk.

Penurunan drastis bisa dilihat dari penjualan susu per hari nya, “Jika pas tidak ada penyekatan jalan dan pemberlakuan take away dan meniadakan makan ditempat, sehari bisa terjual 400 hingga 500 liter per hari. Namun, semenjak adanya penyekatan terjual hanya sekitar 100 liter. Sementara dulu saat normal sebelum pandemi, bisa terjual sekitar 800 liter per hari,” paparnya.

Diketahui, Sebanyak 8 tenan di food court Moeria Cafe sudah tutup sejak dari awal PPKM mikro dijalankan di Kudus. Sebelumnya, lanjut Felic, pernah kita lakukan shift gantian masuk untuk karyawan kami yang berjumal 40 orang, “Mereka punya keluarga di rumah untuk dicukupi kebutuhannya, kita berusaha pertahankan supaya tidak ada pengurangan karyawan,” harap Felice.

Memutar otak untuk bisa survive, pihaknya membuat formula berjualan dengan memakai motor muatan Viar, hal itu dilakukan sebagai upaya mendekatkan masyarakat yang tidak bisa ke susu moeria langsung karena penyekatan, tepatnya di Jalan tanjung, utara perempatan sleko, barat jalan, beroperasi dari pukul 08.00 – 19.00 WIB. Selain motor, nantinya juga ada mobil yang rencananya akan berjualan di titik-titik tertentu. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :