Optimalkan 4600 Ha Lahan Tidur di Kudus, Untuk Capai Swasembada Pangan

oleh

Kudus, isknews.com – Kelompok Tani Andalan dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Kudus mencatat di wilayah Kabupaten Kudus terdapat sekitar 4.600 hektar lahan tidur atau tidak produktif yang tersebar di dua Kecamatan di Kudus. Dua Kecamatan itu adalah Kecamatan Jekulo dan Mejobo.

Bila pemkab serius untuk melakukan optimaslisasi lahan tidur di kedua wilayah tersebut maka tidak mustahil di Kabupaten Kudus ini akan menjadi sebuah wilayah yang berswasembada pangan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Andalan dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono, Sabtu (07/03/2020).

“Terdapat sekitar 4.000 hektar pertanian di wilayah Kecamatan Jekulo dan Mejobo, tidak produktif. Lahan tersebut dapat dioptimalkan menunggu pembangunan sistem irigasi Waduk Logung. Sedang 600 hektare lain di wilayah Mejobo dapat ditanami, jika irigasinya menggunakan pompa air dari Sungai Juwana,” katanya.

TRENDING :  Progres Pembangunan Waduk Logung Capai 81,812 Persen
Aktifitas petani di sawah (Foto: YM)

Selain itu, sejumlah lahan kurang produktif di Kecamatan Jekulo dan Mejobo, dapat ditanami padi ketika musim tanam kedua (MT II) dengan mengandalkan air hujan.

“Saat MT I tidak dapat ditanami karena curah hujan tinggi, sehingga lahan pertanian tergenang,” jelasnya.

Dikatakan, lahan tidak produktif di Kudus tersebar  di Desa Sidomulyo, Gondaharum, Bulung Cangkring dan Bulung Kulon Kecamatan Jekulo. Sedang di Kecamatan Mejobo terdapat di Desa Kirig, Kesambi dan Jojo.

TRENDING :  Pembebasan Lahan Waduk Logung Diapresiasi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Adanya lahan tidak produktif karena sulitnya mendapatkan suplai air. Sedang berharap air hujan tidak sepenuhnya bisa ditentukan karena intensitasnya tidak teratur.

Pihaknya berharap, adanya waduk Logung di kawasan atas perbatasan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe dengan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo, dapat menjadi solusi atas persoalan lahan tidak produktif.

Khususnya lahan tidur di wilayah Kecamatan Jekulo dan Mejobo, dapat dioptimalkan setelah adanya irigasi teknis Waduk Logung,” tambahnya.

Jika upaya optimalisasi berhasil, maka lahan tidur yang ada bisa terkurangi. Lahan tidur yang belum tersentuh dapat diupayakan secara maksimal untuk pertanian lain, di antaranya untuk budidaya ikan.

TRENDING :  Petani cabai merugi karna kurangnya pasokan air

“Dengan adanya Waduk Logung, masalah irigasi seluruh pertanian terutama di wilayah Jekulo dan Mejobo kami harapkan bisa teratasi,” tegasnya

Di Kudus, saat ini terdapat sekitar 20.000 hektar lahan pertanian untuk berbagai jenis tanaman, baik padi maupun palawija. Dari jumlah itu, sekitar 12.000 hektar hingga 16.000 hektare kebutuhan airnya teratasi dengan irigasi teknis, antara lain dari sistem irigasi Waduk Kedungombo. Sedang sebagian lain mengandalkan sistem tadah hujan dan irigasi sederhana menggunakan pompa air.

“Produksi pertanian di Kudus akan meningkat setelah ribuan lahan tidur mendapatkan gelontoran air irigasi dari Waduk Logung,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :