PAD Tidak Selalu Naik Karena Pajak, Tetapi Karena Ekonomi Bergerak Lebih Cepat

oleh -234 Dilihat
Kemandirian fiskal bukan lahir dari tarif yang lebih tinggi, tetapi dari ekonomi yang tumbuh lebih luas. Pemerintah memperoleh PAD, pelaku usaha berkembang, tenaga kerja terserap, dan masyarakat ikut menikmati manfaatnya. (Gambar : ilustrasi)

SAPA PAGI :

Kudus patut bersyukur. Dalam beberapa tahun terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menunjukkan tren positif. Di tengah berkurangnya Dana Transfer ke Daerah dari pemerintah pusat, capaian ini menjadi bukti bahwa daerah masih memiliki kemampuan untuk bertahan.

Namun tantangan sesungguhnya baru saja dimulai.

Saat dana dari pusat semakin berkurang, pilihan paling mudah memang menaikkan target pajak atau retribusi. Sayangnya, cara tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik. Masyarakat dan pelaku usaha juga sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang tidak ringan.

Barangkali sudah saatnya kita mengubah cara pandang.

PAD bukan sekadar soal menarik lebih banyak penerimaan, melainkan menciptakan lebih banyak aktivitas ekonomi. Semakin banyak usaha tumbuh, semakin banyak investasi masuk, semakin cepat perizinan selesai, maka semakin besar pula penerimaan daerah yang muncul secara alami.

Perizinan yang cepat sesungguhnya bukan hanya pelayanan publik, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi. Aset daerah yang selama ini menganggur seharusnya mulai dipandang sebagai sumber pendapatan baru melalui kerja sama pemanfaatan yang profesional. Kawasan wisata pun tidak cukup hanya mengandalkan tiket masuk, melainkan harus menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menghidupkan UMKM, kuliner, homestay, parkir, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Demikian pula dengan pelaku usaha. Pendekatan pembinaan akan jauh lebih bernilai dibanding sekadar penertiban. Semakin banyak usaha yang legal dan berkembang, semakin besar kontribusinya terhadap pajak dan retribusi daerah dalam jangka panjang.

Kemandirian fiskal bukan lahir dari tarif yang lebih tinggi, tetapi dari ekonomi yang tumbuh lebih luas. Pemerintah memperoleh PAD, pelaku usaha berkembang, tenaga kerja terserap, dan masyarakat ikut menikmati manfaatnya.

Mungkin inilah saatnya Kudus mulai melihat PAD bukan hanya dari laporan keuangan setiap akhir tahun, tetapi dari seberapa cepat sebuah ide usaha dapat diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan.

Karena pada akhirnya, daerah yang maju bukanlah daerah yang paling banyak menarik pungutan, melainkan daerah yang paling mampu menciptakan kesempatan untuk bertumbuh bersama. (Mr)

No More Posts Available.

No more pages to load.