Pada Bulan Oktober 2020, Kudus inflasi 0,16 persen

oleh -87 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pada bulan Oktober 2020 di Kota Kudus terjadi inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,97.

Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa mengatakan Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran,

“Diantaranya kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,44 persen; kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,37 persen; kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,34 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan sebesar 0,28 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,28 persen; dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,11 persen,” terangnya.

Sementara kelompok Informasi, komunikasi, dan Jasa Keuangan; kelompok Pendidikan; dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran bulan Oktober stabil. Sedangkan

kelompok lainnya mengalami deflasi atau penurunan indeks harga konsumen yaitu kelompok Transportasi sebesar 0,01 persen; dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar deflasi sebesar 0,03 persen.

5 Komoditas penyebab utama inflasi di Kota Kudus Oktober 2020 adalah naiknya harga komoditas cabai merah, bawang merah, minyak goreng, beras, dan kelapa. 5 Komoditas penyebab deflasi adalah turunnya harga telur ayam ras, emas perhiasan, wortel, jambu batu, dan cumi-cumi.

Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2020 sebesar 0,57 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,11 persen.

Nasional pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Dengan indeks perubahan harga menjadi 104,92. Jawa Tengah pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, dengan indeks perubahan harga sebesar 104,84.

Inflasi di Jawa Tengah terjadi di semua kota inflasi, yaitu Kota Tegal sebesar 0,22 persen, Kota Semarang sebesar 0,20 persen, Kota Cilacap sebesar 0,17 persen, Kota Kudus sebesar 0,16 persen, Kota Surakarta sebesar 0,10 persen, dan Kota Purwokerto sebesar 0,07 persen.

KOMENTAR SEDULUR ISK :