Paguyuban Madura Audiensi ke Bupati Kudus, Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan

oleh -324 Dilihat
Paguyuban Madura Kabupaten Kudus melakukan audiensi dengan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (20/7/2026). . (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Paguyuban Madura Kabupaten Kudus melakukan audiensi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan komunitas Madura yang menetap di Kabupaten Kudus.

Dalam audiensi itu, Bupati Sam’ani Intakoris mengapresiasi inisiatif Paguyuban Madura yang membangun komunikasi secara langsung dengan Pemerintah Kabupaten Kudus. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah keberagaman masyarakat.

Sam’ani mengatakan masyarakat Madura telah menjadi bagian dari kehidupan sosial maupun perekonomian di Kabupaten Kudus. Berbagai usaha yang dijalankan, seperti warung kelontong, pedagang sate Madura, tukang cukur hingga usaha kuliner lainnya, dinilai turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif dan komunikasi dari teman-teman komunitas Madura. Di Kudus ada banyak pelaku usaha dari Madura. Sesuai ajaran Kanjeng Sunan Kudus dan Sunan Muria, kita bersama menjaga toleransi dan harmoni di Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kudus membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kemasyarakatan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah. Paguyuban Madura yang bernama Nur Dzat Sejati juga telah terdaftar secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus sehingga ke depan dapat memperoleh pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Sam’ani, pemerintah juga mengapresiasi komitmen komunitas Madura dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Ia berharap iklim persaingan usaha di Kabupaten Kudus tetap berlangsung secara sehat dengan mengedepankan semangat kebersamaan.

“Kami berterima kasih karena teman-teman juga menjaga warung-warung lokal, memberikan kesempatan untuk bersaing secara sehat, dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar agar dapat hidup berdampingan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan apabila muncul persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan pelaku usaha, penyelesaiannya sebaiknya ditempuh melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi proses mediasi bersama pemerintah kecamatan, kepolisian maupun TNI apabila diperlukan.

“Kalau ada persoalan, selesaikan dulu secara kekeluargaan. Bila belum menemukan solusi, silakan melapor ke kecamatan, Polsek atau Koramil. Pemerintah Kabupaten Kudus siap memediasi. Yang terpenting kita menjaga persatuan dalam bingkai NKRI dan menghormati kearifan lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Tetua Paguyuban Madura Kabupaten Kudus, Amirudin, menjelaskan audiensi tersebut bertujuan mempererat koordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus menyampaikan perkembangan komunitas Madura yang tinggal dan berusaha di Kabupaten Kudus.

Ia menegaskan paguyuban berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta menyelesaikan setiap persoalan internal melalui musyawarah dengan melibatkan pemerintah setempat apabila dibutuhkan.

Amirudin mengungkapkan, berdasarkan pendataan paguyuban terdapat 101 pelaku usaha warung kelontong Madura, 76 pelaku usaha mi Surabaya, dan 45 pedagang sate Madura di Kabupaten Kudus. Secara keseluruhan, jumlah warga suku Madura yang tercatat dalam paguyuban mencapai sekitar 375 orang.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus dan Paguyuban Madura berharap hubungan yang telah terjalin selama ini semakin erat sehingga kehidupan masyarakat yang rukun, aman, dan saling menghormati dapat terus terjaga di Kabupaten Kudus. (AS/YM)