Pakai Nama Ibu untuk Merk, Kopi Zayna Bisa Tembus Pasar Hongkong

oleh -989 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Memiliki kebun kopi sendiri di wilayah Pegunungan Muria, Warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus berhasil merintis usaha bubuk kopi dengan mulus. Bahkan, penjualan bubuk kopi hasil buatan tangan rumahan ini bisa menembus hingga pasar Hongkong.

Menariknya, Mulai dari panen biji kopi, sortir biji merah, perambangan, penjemuran, penyelepan atau pengupasan kulit kopi, grinding, penggilingan bubuk, hingga pengemasan. Dilakukan secara mandiri di tempat produksi kopi yang sederhana dengan alat yang cukup menunjang.

Pemilik Kopi Zayna, M Abdul Hamid Ridlo, tengah meracik kopi buatannya (foto:my)

Dikenal dengan nama M abdul Hamid Ridlo (33 tahun), pemuda ini mengaku merintis usahanya sejak tahun 2019 silam. Dengan resep dan teknik pengolahan kopi turun temurun dari kakek buyutnya, Ridlo berinisiatif untuk mengembangkan usaha bubuk kopi.

Masih di tahun yang sama, dia mencoba membuat olahan kopi dengan maksimal, sesuai standar pengolahan kopi di Indonesia. Setelah mencoba berbagai teknik dan resep, Ridlo pun berhasil menciptakan produk kopi miliknya sendiri. Yang diberi nama Zayna.

“Zayna itu dari nama ibu saya, karena ibu membuat produksi kopi, saya meneruskan kerja ibu sampai sekarang,” katanya.

Pada pemasaran awal, Ridlo hanya menjual produk kopi dengan jenis robusta natural. Kemudian, mengalami perkembangan di tahun 2021, dia menjajal jenis robusta honey, full wash, dan wine.

“Ini saya juga buat baru dengan nama Aliza, yang kualitasnya bagi penikmat kopi menengah ke bawah,” tambahnya.

Untuk pemasaran sendiri, selain via online di media sosial, dia juga sudah memiliki pelanggan yang tersebar di Jakarta, kediri, semarang, pati, grobogan purwodadi. Belum lama ini, produk Zayna miliknya juga bisa tembus hingga pasar luar negeri, tepatnya di Hongkong.

“Kebanyakan pelanggan yang di kedai itu jenis robusta honey dalam bentuk biji matang,” tuturnya.

Dalam satu bulan, Ridlo bisa menjual hingga 25 kilo bubuk maupun biji kopi, dengan range harga mulaindari 20 ribu sampai 300 ribu rupiah.

“Kita pengemasannya mulai dari 100 gram, 250 gram, 500 gram dan 1 kilogram,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :