Pakaian Adat Nusantara Warnai Pengajian Umum

oleh
Pakaian Adat Nusantara
Foto: Terlihat para penerima tamu yang mengenakan pakaian adat nusantara. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ada yang menarik dalam pengajian umum yang digelar oleh Majelis Dzikir Roudhotul Jannah Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Minggu (11-02-2018) malam.

Terlihat, penerima tamu yang berjumlah 12 putra-putri, memakai pakaian adat tradisional nusantara. Diantaranya pakaian adat dari Jawa, Riau, Lampung, Kalimantan, Bali, Jogja, Minang dan lainnya.

Panitia Acara, M Taufiq menjelaskan, dipilihnya tema adat nusantara dalam pakaian yang dikenakan penerima tamu itu, sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

TRENDING :  Penjual Legen yang masih bertahan dengan bumbungnya

“Ini kali pertama, kami mengusung pakaian adat kepada para penerima tamu. Kekayaan keanekaragaman di nusantara perlu disyukuri. Dengan perbedaan itu, harus menjadikan kuatnya persatuan diantara kita,” jelasnya.

Perbedaan di sini bermakna luas, sesama manusia satu sama lain pasti saling memiliki perbedaan, entah berbeda keyakinan, sifat atau cara berpikir, cara pandang, bahkan perbedaan idelologi dan sebagainya.

TRENDING :  Harlah Madrasah TBS ke 92

Taufiq menambahkan, pengajian ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 7-10 Februari 2018 lalu. Selain bazar produk aneka usaha, setiap malamnya pihak panitia juga menghelat penampilan grup rebana dari Al Istiqomah dari Loram Wetan, Polres Kudus dan Gambus.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Karang, Sumarno dalam sambutannya, mengapresiasi acara tersebut. Dimana pengajian yang dihadiri ribuan orang ini, digelar meriah dan selalu ada tema yang berbeda setiap tahunnya.

TRENDING :  Si Jago Merah Hanguskan Bagian Dapur Warung ABGS

“Dengan pengajian umum, kita persatukan umat dan tingkatkan ukhuwah islamiah diantara sesama,” ujarnya.

Diketahui, hadir dalam acara tesebut, KH Ahmad Arwan, KH Nur Chalim Ma’ruf, Habib Abu Bakar Ba’agil, Habib Hasan Al Bunumay, Habib Syafiq Bin Sholeh Al-Kaff, juga masyarakat Kudus dan sekitarnya. Hadir pula grup rebana Gema Musthofa dari Jepang Pakis sebagai hadrohnya. (AJ/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :